Showing posts with label Pasir Kucing. Show all posts
Showing posts with label Pasir Kucing. Show all posts

Dec 24, 2016

Review Pasir Kucing: Meoonk Bentonite Clumping Litter Strawberry

Dear all feliners. The Cat Sound akan mereview pasir kucing merk Meoonk. Ceritanya masih sama nih feliners, aku kelupaan beli pasir kucing dan beli seadanya yang ada di pet shop. Kebetulan pasir kucing ini aku beli di Galaxy Pet Shop Semarang, kebetulan juga abis pulang kuliah. Well, review ini udah lama banget mengendap di dasar file The Cat Sound tepatnya udah dari tahun 2015. Maaf ya feliners baru sempat post sekarang. Simak review pasir Meoonk di bawah ya!
Packaging & Price
Pasir kucing Meoonk yang aku beli isi 5,5 liter harga IDR 35,000 di Galaxy Pet Shop Semarang. Yang bikin khas pasir kucing Meoonk ini adalah packaging warna pink dan kucing peak nose yang jadi sampul kemasan. Entah kenapa, wanita selalu tertarik sama warna pink. Ayo ngaku! Sebenernya sih aku ga suka warna pink, lebih suka warna kuning. Tapi kalau lihat packaging warna pink ngerasa gemes dan langsung pengen beli.

Texture, Ingredients & Scent
Butiran pasir kucing ini campuran antara butiran yang ukurannya agak besar dan butiran debu. Cie, aku tanpamu butiran debu? Butiran debu banget. Bad news, pasir ini sangat berdebu. SANGAT BERDEBU. Sempet kaget waktu nuangin pasir ke litter box banyak debu yang keluar. Dan aroma debunya juga lumayan bikin hidung klepekan feliners. Hati-hati ya kalau tuang pasir ini ke litter box. Usahakan ga usah terlalu tinggi nuanginnya. Good newsnya adalah akhirnya ga ketipu lagi sama embel-embel pasir wangi. Meoonk ini beneran wangi kok feliners, walaupun wanginya agak subtle sih. At least, wangi strawberry-nya kecium sampai ke hidung. Clumpingnya juga lumayan tight sama pipis kucing dan poop kucing. Performa clumping pasir kucing Meoonk lebih baik daripada pasir kucing Kitty, Samoera dan Promeong. Clumpingnya ga terlalu rapi terutama saat setelah kucing pipis, kadang masih ada butiran yang kepisah gitu. Dan juga pipis kucing-kucingku masih sering ngendep ke debu pasir ini. Tapi overall nya bagus kok feliners. Clumping ke poop yang ga solid juga bagus, ga terlalu kececeran. Yang aku lebih suka, wanginya lumayan harum dan bisa mengcover bau ga sedap dari kotoran kucing a.k.a. odor controlnya beneran bekerja.

By the way feliners beberapa waktu lalu sempat menemukan produsen pasir Meoonk ini nih dari informasi di Facebook. Awalnya ku kira cuma distributor pasir Meoonk eh ternyata produsennya langsung. Jadi pasir Meoonk ini bermarkas di Blitar. Menurut informasi dari sms (beliau ga memperkenalkan nama atau jenis kelaminnya feliners, jadi aku tetep panggil pak/ibu) pasir Meoonk punya kemasan 5.5 liter dan 25 liter. Sempet iseng juga tanya kalau mau jadi distributor area Semarang gimana karena suka sama pasir Meoonk ini dan harus beli bener-bener banyak. Pengambilan 1 truk ±350 sak (satu sak isi 5 pcs) aja dihargai IDR 21.000 per kemasan 5 literan. Eh buset, banyak bener ya. Karena aku belum berminat buat jadi distributor makanya aku menolak. Kalau feliners tertarik buat jadi distributor bisa hubungi nomor 081340004332.

Cat Point of View
Karena kucing-kucingku jarang rewel kalau buat urusan pasir, makanya mereka ya fine-fine aja saat pakai pasir ini. Kadang khawatir kalau mereka acak-acakin litter box-nya terlalu rame debu pasir akan menyebar dan kena ke wajah atau hidung mereka. Yang aku ga suka adalah debunya aja sih. Serius masalah debu ini sangat mengganggu. Ga cuma urusan pernapasan tapi juga debu pasir ini ga bisa clumping dengan baik dan malah ga bisa clumping sama sekali. Jadi agak boros kalau pakai pasir Meoonk.

Conclusion
Sama seperti pasir bentonite lainnya, Meoonk bisa clumping dan wangi. Minus dari pasir ini cuma masalah debu. Sekian review pasir Meoonk dari The Cat Sound ya feliners. Nantikan review pasir kucing lainya hanya di The Cat Sound. See you!

Dec 8, 2016

Review Pasir Kucing: Puss Cat Litter Premium

Dear all feliners. Halo everyone, how are you? Semuanya sehat selalu ya! Setelah beberapa review pasir udah terbit, The Cat Sound masih punya banyak review pasir kucing nih. Masih suka sama pasir bentonite, terutama yang gumpal wangi. Merk yang akan di review kali ini adalah Puss. Merknya sangat singkat dan jelas. Yes, Puss. Tapi reviewnya ga singkat kok, tapi tetep jelas. Simak review di bawah ya!


Packaging & Price
Lagi-lagi pasir kucing lokal nih feliners. Tapi dikemasan ga tertera siapa produsennya dan diproduksi dimana. Kemasannya hijau tua yang aku beli di Pow Pow Pet Shop seharga IDR 35.000


Texture, Ingredients & Scent
Tertulis di luar kemasan ada beberapa pilihan wangi yaitu Apel, Lemon, Lavender dan Strawberry. Waktu kemasannya dibuka, sama sekali ga wangi. Ekspetasiku mungkin wangi pasirnya akan jadi salah satu wewangian bunga dan buah yang disebutkan di luar kemasannya lho feliners. What happen? I’m confuse. Well, sebelumnya juga pernah dibuat kecewa sama pasir kucing Samoera yang di luar kemasan bilang wangi Lavender, waktu di buka cuma bau khas pasir dan debu. Di belakang kemasan, ada tanda recycling yang berarti kemasan pasirnya bisa didaur ulang. Sangat yakin kalau pasir ini adalah pasir buatan lokal karena keterangan di kiri bawah kemasan depan berbahasa Indonesia ‘Pas Buat Kucing Anda’. Penasaran juga sih sebenernya pasir ini dibuat oleh siapa dan dari daerah mana. Tebakanku sih ya masih sekitaran Jawa Timur-an gitu feliners. Karena di daerah Jawa Timur ada banyak pertambangan pasir.
Tekstur pasirnya bulat-bulat dan ga berkerikil. Pasir bentonite yang sebelumnya aku review punya butiran pasir yang berkerikil dan berukuran beda satu sama lain. Emang sih ini masih bisa dibilang kerikil. But softer and rounder. Tekstur pasirnya masih ada butiran halus debu. Aku ga menemukan ada butiran pasir berwarna lain yang biasanya adalah butiran parfum pasir. Maybe, karena inilah pasir ini ga beraroma wangi. Mungkin gambar wewangian di kemasan cuma tempelan.

Cat Point of View
As you can see, I’m a super big fans of PASIR BENTONITE. Kenapa? Karena praktis dan juga langsung menggumpal kotoran. Jadi pasir yang terpakai jadi lebih sedikit karena bagian yang ga kena kotoran ga menggumpal. Pasir ini juga gitu. Tapi performa clumping-nya ga memuaskan feliners. Emang sih bagus buat clumping poop yang solid, nah buat poop yang ga solid (mencret, cair, berair) gitu? Hasilnya 0 besar! Iya sih ngegumpal, tapi gumpalannya ga ketat jadi pasir yang ga kena kotoran jadi ikut terbuang. Buat clumping pipispun juga begitu. Kayaknya slogan di kemasan ‘Pas Buat Kucing Anda’ harusnya lebih diperhatikan ya.

Conclusion
Kesimpulan dari review pasir Puss adalah aku ga suka hasilnya. Untung aja pasir ini cepat habis. Ya gimana enggak? Clumpingnya kurang bagus jadi pasir yang bersih ikut terangkat. Sekian review pasir dari The Cat Sound feliners. Semoga berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners. Nantikan review lainnya ya. Cheerio!

Review Pasir Kucing: Philo Bentonite Cat Sands

Hi feliners! Apa kabar semuanya? Tibalah ke edisi review pasir kucing lagi nih feliners. Kali ini yang akan aku review adalah merk Philo. Kebanyakan pasir kucing ini buatan lokal. Biasanya sih diproduksi di daerah yang punya tambang pasir karena bahan utama pasir kucing kan ya pasir. Simak review di bawah ya.

Packaging & Price
Philo yang aku beli kemasan isi 6 Liter harga IDR 35,000 di Kasih Satwa. Packaging Philo ini warna orange nyala dengan model kucing hitam solid dan tabby. Pernah juga beli kemasan isi 10 L harga IDR 75,000 setelah nyobain kemasan kecilnya.

Texture, Ingredients & Scent
I have to say, suka banget sama wanginya! Wanginya ga bikin enek dan harumnya macem pewangi ruangan gitu. Harum bunga. Di kemasan sih ga ada keterangan pasirnya wangi apa. Tapi seriusan deh, wanginya enak bener. Tiap aku refill ke litter box, wanginya keluar dan hebatnya tiap kucingku pakai litter box wangi pasir ini langsung keluar loh! Seperti pasir bentonite lain, pasti ada butiran pasir berwarna lain. Nah butiran pasir ini nih yang merupakan parfum dari pasir kucing. Butiran pasirnya besar-besar berwarna putih kusam. Butiran warna biru dan pink-nya lumayan banyak, mungkin karena inilah pasir Phili jadi super wangi. Wangi pasirnya ampuh menggantikan bau ga sedap kotoran kucing yang biasanya bermunculan saat kucing baru aja buang air. Bahkan Philo masih bertahan wangi setelah beberapa hari. Kalau udah lama ditubi kotoran wanginya makin berkurang. Keseluruhan, suka aja lah sama wangi pasir Philo. But but but, nothing is perfect. Walaupun wanginya juara, tekstur butiran pasirnya berdebu dan halus. Jadi kalau ketebar di udara agak ga nyaman buat pernafasan. Lihat foto dibawah ini. Aku pegang butiran pasir Philo pakai tangan dan banyak debu menempel di tanganku :

Performa clumping pasir Philo juga standar seperti pasir bentonite wangi pada umumnya. Bisa clumping pipis dan poop. Pasir ini juga lumayan bisa tahan ditimpa kotoran berulang-ulang. Aku kan sangat pelupa, kalau ga aku bikin reminder ganti atau beli pasir kucing hancur lah hariku! Aku bersihin litter box dan buang kotoran sehari dua sampai tiga kali. Parahnya pernah seharian lupa. Pasir ini bisa menahan cobaan yang bertubi-tubi, which aku suka. Minus pasir ini pas abis clumping pipis atau air. 
Pasir bentonite pada umumnya kan emang kalau kena air langsung ngegumpal. Philo langsung meninggalkan bekas pasir bawah yang berubah warna tapi ga bisa di scoop karena teksturnya debu halus. Tekstur butiran pasir halusnya itu jadi berat gitu. Parahnya lagi pasir yang udah berubah warna ga bisa pakai ya bakalan mengendap gitu aja di bawah. Jadi boros, pasir yang gabisa dipakai mengendap jadilah harus ganti pasir. Pasir Philo diproduksi oleh CV. Shakti Philo Mandiri. Informasi di internet sangat minim tentang pasir Philo dan produsennya. Yang ada dikemasan cuma Jawa Timur - Indonesia.

Cat Point of View
Kucingku sangat terbiasa pakai pasir bentonite wangi. Mereka hampir ga ada keluhan atau masalah saat menggunakan pasir. Dan, semua kucingku punya kebiasaan yang lucu dan juga ngeselin yaitu suka acak-acakin litter box-nya sampai isi litter box kadang tercecer keluar. Untung aja aku selalu kasih alas kertas koran bekas di bawah. Semua kucingku aku biasakan buat buang kotoran di pasir sejak kecil. Jadi nanti saat besar akan terbiasa.

Conclusion
Suka sama wangi pasir Philo ini! Tapi masih ada minus buat clumping pipis hasilnya jadi ga begitu bagus, pasirnya jadi basah berubah warna dan malah mengendap di bawah. Bua clumping poop hasilnya lumayan lah, bisa menghilangkan bau busuk dari kotoran kucing.

By the way, feliners biasa pakai pasir apa? Bentonite atau zeolit? Merk apa yang sering dipakai? Well, sekian dulu review pasir Philo dari The Cat Sound. Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua ya! Nantikan review pasir dan kebutuhan kucing lainnya cuma di blog The Cat Sound. Ciao ciao feliners!

Review Pasir Kucing: Kitty Bentonite Clumping Litter Strawberry

Dear all feliners di penjuru Nusantara, apa kabar? Hari ini The Cat Sound akan mereview pasir kucing merk Kitty. Pasir ini adalah salah satu pasir yang aku cobain waktu pertama kali pelihara kucing. Dan tiba-tiba di sms sama Mama bilang jangan lupa beli pasir kucing, Lela poop di kamar mandi. Bener-bener kelupaan beli pasir kucing saking hecticnya. Hihi, Lela memang kalau pasirnya udah habis di dalam litter box, doi lebih milih poop di kamar mandi. Mamaku ga suka gitu kalau kucingku poop di kamar mandi. Buru-buru, jadilah aku beli pasir ini di Griya Satwa Lestari Semarang karena searah jalan pulang. Simak review pasir Kitty di bawah ya!

Packaging & Price
Kemasan pasir Kitty pakai pasir yang transparent di beberapa bagian, yaitu bagian depan dan belakang. Warna kemasan pasirnya biru dengan sampul kucing kartun di dalam keranjang merah. Aku beli pasir ini di Griya Satwa Lestari Semarang seharga IDR 35,000 dengan isi 5,5 liter.


Texture, Ingredients & Scent

Butiran pasir Kitty besar warna putih kusam. Aromanya kecium wangi, kebetulan aku beli aroma Strawberry. Pernah juga beli aroma Apple. Tapi pasir ini sangat berdebu, SANGAT! Jadi jangan heran kalau nuangin pasir Kitty ke litter box debu-debu lembut jadi berterbangan. Bau debu pasir kucing ini wangi sih, ga kayak bau pasir bangunan. Tapi tetep aja ga nyaman kalau berdebu. Performa pasir Kitty dalam clumping-in kotoran kucing ga bisa dibilang paling juara, tapi lumayan bagus buat pasir seharga 30ribuan.

Clumping poopnya lumayan bagus karena langsung membungkus kotoran dengan baik dan rapat. Buat clumping pipisnya yang jelek, karena ga bisa clumping pipis jadinya pasir yang terkena air kencing kucing jadi kotor dan basah. Alhasil, semua bagian pasir yang kena air kencing kucing harus dibuang dan direfill dengan pasir yang baru. Satu hal lagi, wangi pasir ini ga bertahan lama. Cuma tercium saat pertama kali aku tuang ke litter box. Selanjutnya ga berbau. Menurutku pasir ini boros karena kalau udah kena pipis/air pasirnya jadi basah, harus diganti lagi kan. Ga tertera jelas siapa produsen atau distributor pasir kucing ini. Aku nyoba kepoin di internet pun hasilnya ga begitu akurat.


Cat Point of View

Pertama kali aku buka kemasan pasir dan aku tuang ke litter box, Lela langsung buang air di dalam pasir ini. Mungkin karena Lela udah ga nahan mau poop. Izzy & Gizmo pun terlihat enjoy buang air pakai pasir ini. Walaupun sering belepotan pasir dari litter box keluar dan mengotori lantai sih. After all, semua kucingku terlihat nyaman. 
Lela udah ga nahan buat pakai litter box


Conclusion

Kesimpulan yang bisa aku tarik dari pasir Kitty adalah punya debu yang lumayan banyak dan tebal. Di bagian bawah kemasan pasir juga tertimbun debu halus. Pasir Kitty juga boros karena kalau udah kena timbunan pipis/air tekstur pasir berubah jadi basah dan lembab. Terakhir adalah boros. Sekian review pasir Kitty dari The Cat Sound. Semoga berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners ya! Bye feliners.

Nov 5, 2016

Review Pasir Kucing: Kukky Premium Cat Sand Apple

Halo halo feliners, apa kabar? Semoga feliners dan para anak bulu senantiasa sehat ya. Kali ini The Cat Sound akan membahas review pasir kucing merk Kukky. Actually review ini sudah tertumpuk sangat lama di draft dan baru sempat aku rilis sekarang. Well, saking lamanya sampai kelupaan sendiri. Review ini udah aku tulis sejak bulan September 2015 lalu. Maaf ya atas keterlambatan The Cat Sound. Simak review pasir Kukky di bawah ya!
Packaging & Price
Dari packagingnya, terkesan kalau pasir kucing ini punya kualitas yang kurang oke. Plastick yang digunakan buat membungkus produk tipis dan berdebu di bagian luar, so dusty! Aku beli pasir Kukky di Kasih Satwa Semarang seharga IDR 30,000 isi 5,5 liter.

Texture, Ingredients & Scent
Teksturnya hampir sama dengan pasir kucing Samoera (baca reviewnya di sini ya), butiran pasirnya besar kecil dan berdebu. Tapi, Kukky Premium Cat Sand ini ga terlalu berdebu dibanding dengan Samoera. Walaupun ketika dituang ke litter box langsung tersebar debu, bau debunya juga ga terlalu nyesek. Di kemasan tertulis label APPLE yang aku simpulkan adalah Kukky ini pasir kucing wangi Apple. Boro-boro dah wangi, aromanya plain banget seperti pasir kucing unscented. Aku tau sih kucing ga begitu nyaman buang air di pasir yang aromanya menyengat parfum, ini semata-mata buat mengurangi bau ga enak dari kotoran kucing itu sendiri. 
Waktu beli pasir Kukky ini pas banget kedatangan satu penghuni tambahan di rumah. Jadinya harus nambah litter box juga kan? Kukky Premium Cat Sand bisa clumping poop dan pipis dengan baik. Lumayan tight buat clumping pipis dan poop. Kalau pasir masih kondisi baru dituang ke litter box, buat clumping pipisnya lumayan bagus feliners. Tapi kalau udah direfill berkali-kali sisa clumping-an pipis akan jadi lembab, basah, menggumpal dan jadi kurang bagus buat clumping lagi.

Cat Point of View
So far kucing-kucing terlihat nyaman pakai pasir ini. Masih diacak-acak sih, itu sih normal. That’s what they do hihi. Tapi harus rajin-rajin banget refill pasir ini karena kalau udah basah clumpingnya ga maksimal. Dan bekas pasir yang udah kena pipis atau pasir ga tertutup dengan sempurna juga. Kukky juga lumayan awet loh feliners. Satu wadah pasir kucing Kukky isi 5,5 liter habis 7-8 hari.
Thomas & Izzy lagi nongkrong

Conclusion
Udah dua kali ini merasa dikecewakan sama dua merk pasir kucing, Samoera & Kukky. Mereka mencantumkan bahwa pasir kucing ini scented Lavender untuk Samoera dan apple untuk Kukky. Tapi aku ga mendapati bahwa pasir kucing ini beraroma wangi. Saran untuk produsen Samoera & Kukky bisa ditambah lagi aroma wangi pada pasir kucingnya supaya ga mengecewakan konsumen, like me. Di sini bukan bermaksut untuk menghasut kamu buat tidak menggunakan merk pasir yang aku sebutkan, di post ini sifatnya murni memberikan review (kesan, tanggapan dan opini pribadi). Jadi jangan salah sangka ya feliners! Intinya sih, coba dulu karena kalau ga dicoba ga akan tau. Sekian feliners review pasir Kukky dari The Cat Sound. Nantikan review pasir lainnya hanya di The Cat Sound ya! Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Bye all!

Aug 31, 2016

Review Pasir Kucing: Ketty Cat Sand’s Bentonite Strawberry

Hi, all. How are you? Semoga dalam keadaan yang baik dan sehat. Salam buat kucing para feliners ya! Di post kali ini, The Cat Sound blog akan mereview pasir kucing yang selama sebulan terakhir jadi pasir kucing favorit, yaitu pasir kucing Ketty. Namanya lucu dan enak didenger, Ketty, hampir sama kayak Katy Perry yah. Yuk simak review lengkap di bawah ini!



Packaging & Price
Pasir kucing Ketty dikemas dalam kemasan isi 6 liter dengan harga IDR 32,000 di Kasih Satwa Semarang. Sejauh ini, harga Ketty di Kasih Satwa paling murah. Karena di pet shop lain harga 35-45!

Texture, Ingredients & Scent
Butiran pasir Ketty ini lumayan besar dan hampir berbentuk kerikil halus. Warna pasirnya putih. Tapi aku cobain wangi pasir berbeda selain Strawberry yaitu Apple & Jasmine butiran pasirnya agak gelap.
**UPDATE 21/10/2016**
Kebetulan kembali mencoba pasir Ketty ini bulan Oktober 2016. Entah kenapa debu pasir jadi meningkat dan malah kasat mata. Waktu aku tuang pasir ke litter box debu langsung berterbangan. Aroma debunya juga sangat mencolok
Keterangan di kemasa pasir Ketty mengklaim beberapa hal antara lain, Easy to Clean & Sanitary, Hard Clumping Action, Best Materials, Maximum Absorbability, Flavour Cat Litter, Non Toxic, Eco-Friendly, Long Lasting Odor Control dan Bacteria Resistant. Well, ada beberapa poin yang menurutku kurang benar nih feliners. Pada poin Easy to Clean  & Sanitary, Hard Clumping Action dan Maximum Absorbability, keseluruhan sih bener karena langsung clumping dan lumayan tight, agak kurang setuju sama poin Maximum Absorbability karena kurang bisa menyerap pipis dan kalau udah terpakai bagian atas jadi kurang maksimal. Sisanya, pada poin Best Materials, Flavour Cat Litter, Non Toxic, Eco-Friendly, Long Lasting Odor Control dan Bacteria Resistant. Karena aku gatau seperti apa best materials yang digunakan pasir bentonite jadi ga bisa memastikan apakah bahan yang dipakai pasir Ketty terbaik atau bukan. Pasir ini kurang wangi sih, karena wanginya cuma kecium waktu dituang. Lalu Non Toxic, Long Lasting Odor Control dan Bacteria Resistant, well pretty much I agreed.
Jujur sih, memang pasir ini klaim kalau mereka punya wewangian padahal wanginya sangat sulit buat dicium. Wanginya kecium cuma waktu dituang, selanjutnya ilang. Wangi pasirnya hampir ga ada, cuma samar-samar. Udah gitu varian wangi Apple maupun Jasmine juga punya wangi yang sama. Performanya sama dengan pasir kucing kebanyakan, bisa clumping pipis dan poop. Ya iyalah, kan udah ada keterangannya to Bentonite Cat Sand? Clumpingnya juga lumayan tight, langsung ngunci poop dan pipis. Buat cover bau poop dan pipis kucing pasir ini ga berperan cukup maksimal, bau ga sedap dari poop dan pipis kucing masih sering kecium pas aku masuk rumah. Walaupun daya tampungnya banyak, tapi pasir ini termasuk boros. Kalau udah terpakai bagian atasnya, pasir Ketty jadi kurang bekerja baik seperti pemakaian awal. Jadi harus sering diganti dan direfill lagi.

Cat Point of View
Entah deh ga tau kenapa selalu beli pasir kucing Ketty. Mungkin karena lagi malas ganti pasir kucing lainnya alias malas hunting pasir kucing. Lagian pasir kucing ini bisa dibeli di deket rumah dan di deket kampus. Jadi kalau habis langsung cus beli ke pet shop deket rumah. Isinya juga lebih banyak daripada pasir kucing lainnya yang isinya cuma 5,5 liter, pasir kucing Ketty ini punya isi 6 liter. Kucingku juga terlihat normal pakai pasir ini. Kalau bau poop dan pipis di litter box udah menjadi-jadi baunya, biasanya aku semprot pet cologne biar menutupi baunya. Tapi, ada kok semprotan yang khusus mengeliminasi bau ga sedap di litter box kucing. Kira-kira satu karung pasir kucing Ketty isi 6 liter rata-rata cuma bisa untuk 5-7 hari.

Conclusion
Kesimpulan dari review pasir Ketty adalah pasir ini punya performa clumping yang lumayan bagus. Harganya juga terjangkau dan bisa digunakan sehari-hari bahkan dalam jangka waktu lama. Sekian review pasir Ketty dari The Cat Sound. Semoga berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Nantikan review pasir merk lain hanya di The Cat Sound. Bye!

Apr 29, 2016

Review Pasir Kucing: Samoera Premium Bentonite Clay Based Lavender

Hallo, feliners. Welcome to The Cat Sound! Kebetulan lagi sering cari pasir kucing baru buat dicobain ke kucing. Pasir kucing merupakan salau satu kebutuhan primer buat kucing karena ini menyangkut urusan buang air mereka. Aku orangnya sangat pelupa, pernah suatu saat buru-buru ke pet shop buat beli pasir karena pasir kucingku udah nimbun banyak sekali kotoran. Yah, inilah hasil buru-buru ku, jadilah aku beli pasir kucing merk Samoera karena bingung dan panik!
p.s. Tuh kan aku bilang apa? Cepet kan edisi kedua review pasir kucingnya!

Packaging & Price
Packaging pasir Samoera ini pakai plastic tebal, dan terlihat bagian dalam pasir karena ada bagian plastic yang tembus pandang. Aku beli pasir merk Samoera di Paxton Pet Shop pas Paxton mau tutup. Harganya IDR 30,000 isi 5,5 liter.

Texture, Ingredients & Scent
Tekstur pasir ini halus dan butiran pasirnya ga sama dengan yang lain. Butirannya sih menurutku cenderung berukuran besar. Di kemasan tertulis wangi Lavender, ekspetasiku adalah wangi Lavender yang menyegarkan jadi bau dari kotoran kucing bisa lumayan tercover. Eh, boro-boro wangi yang ada bau debu yang menyengat.
Mendiang Izzy selalu jadi photo bomb di sela-sela sesi foto produk buat di review

Kecewa sih sama pasir ini, karena kan yang aku harap wangi Lavender dan pasir ini sama sekali ga wangi. Selain halus, pasir ini juga ‘sangat’ berdebu. Butiran-butiran debu yang halus juga tercampur dengan butiran pasir yang ukurannya agak besar. Ketika aku buka kemasan pasir Samoera, langsung kecium bau debu yang kuat dan nyesek di hidung. Di kemasannya juga tertulis clay based, alias pasir ini bisa clumping dengan baik. Performa clumpingnya lumayan dalam mengunci kotoran si kucing. Kurang maksimal buat clump pipis kucing.

Too bad, pasir ini ga wangi, coba aja kalau wangi kan bau kotoran bisa tertutupi sama bau wangi Lavender. Masih belum bisa move on dari wangi Lavender nih feliners. Maapin ya. Pasir Samoera ini ternyata buatan Indonesia. Cuma tertera keterangan West Java atau Jawa Barat. Aku googling ga ada informasi terkait siapa yang memproduksi pasir kucing ini atau di daerah mana. Jadi ya aku simpulkan buatan Indonesia, Jawa Barat.

Cat Point of View
Kucing-kucingku sih biasanya ga pernah ada masalah buat urusan pasir. Karena mereka kan ga makan dan ga mengkonsumsi, jadinya jarang ada rejection dari mereka. Seperti biasa, mereka ya langsung pakai buat buang air di dalam litter box yang isinya pasir Samoera. Buat pemakaian dalam jangka waktu lama, misal dipakai seharian tanpa scoop, pasir ini jadi basah dan ga bisa dipakai kembali. Terutama pipis, pasir ini ga bisa mengunci pipis dengan sempurna alhasil bekas pipisnya tersebar di semua bagian pasir. Ada cerita lucu aku pernah mergokin Lela poop di kamar mandi. Setelah aku cek ke litter box, ternyata litter box-nya udah super duper penuh dan banyak kotoran kucing berserakan. Aku pikir, ih Lela pilih-pilih tempat buang poop segala. Dan aku pikir lagi, kucing ini menjaga kebersihan banget ya, tempat buang air kotor mereka nyari lokasi yang lebih bersih.

Conclusion
Ga semua pasir bentonite clumping clay bisa menampung banyak kotoran kucing. Harus lebih sering test drive pasir kucing nih guys, karena kan if you’ll never try, you’ll never know.
Sekian review pasir kucing dari The Cat Sound. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Bye!

Review Pasir Kucing: Promeong Scientifically Proven Bentonite Unscented

Hallo feliners. Kali ini The Cat Sound akan mereview pasir kucing merk Premeong. Beberapa feliners pasti sudah kenal merk ini kan? Karena aku liat merk ini sering ada di pet shop lokal. Kenapa beli pasir kucing merk Premeong, jawabannya adalah rasa penasaran. Pada kemasan ‘scientifically proven’ itu yang bikin penasaran. Apa iya bisa clumping dengan baik? If they claimed scientifically proven then they’re worth to try. Simak reviewnya yuk!


Packaging & Price
Pasir kucing Premeong punya beberapa isi 5 liter, 10 liter, 15 liter dan 25 liter. Promeong juga punya varian pasir bentonite (pasir langsung buang), gumpal wangi dan pasir zeolite (washable litter). Kali ini, aku pilih bentonite karena mungkin beberapa hari ke depan aku bakalan pulang ke rumah telat dan jadwal buat buang kotoran kucing di litter box akan semakin minim. Pasir zeolite menurutku ga bisa menampung kotoran kucing terlalu banyak, most of zeolite has bigger grain than bentonite. In the name of simplicity and a bit of ‘lazy’, I’d rather to choose bentonite. Kemasannya mudah buat dibawa karena ada pegangan tangan seperti yang ada di tas. Buat kemasan isi 5 liter seharga IDR 25,000 dan 10 litter IDR 35,000 di Kasih Satwa, Semarang. Harga bisa aja berbeda dengan pet shop lain dan daerah lain.

Texture, Ingredients & Scent
Tekstur pasir Premoeng sama dengan lainnya, teksturnya kecil campur besar dan relatif lembut. Sayang banget, pasir ini sangat berdebu dan aromanya mirip pasir bahan bangunan. Debu nya sangat kuat bikin hidungku sangat terganggu karena aromanya. Ada lapisan pasir dengan butiran yang lebih halus dibagian bawah kemasan pasir. Kalau dituang di litter box pasir ini juga akan meninggalkan endapan pasir halus di bagian bawahnya.
Pasir ini ga beraroma. Performa clumping buat poop lumayan baik. Mengunci lumayan bagus. Kalau buat clumping pipis ini yang kurang bagus. Pipis kucing ga bisa dikunci dengan sempurna, jadi kalau kucing pipisnya kebanyakan, sisa pipis kucing akan bertebaran dan membuat pasir jadi kotor dan basah. Otomatis kalau pasir basah harus aku angkat semua sisa pipisnya. Jadi boros dan ribet. Promeong kemasan 10 litter bertahan selama seminggu dengan keadaan kucing 5 ekor (aku pakai Promeong tahun 2015 lalu). Mungkin karena performa clumping pipisnya kurang bagus jadi bikin boros.

Cat Point of View
Kucingku sendiri adalah tipikal kucing pemilih. Kalau mereka ngerasa litter box-nya penuh, mereka akan pindah lokasi buang air. Contohnya, loteng dan kamar mandi. Ga apa-apa sih kalau buang airnya di kamar mandi, nah kalau di loteng? Repot bersihinnya. Setelah Promeong habis, aku langsung cepet-cepet beralih ke pasir kucing lain deh.

Conclusion
Memang kita harus mencoba dan mau taking the whole risk kalau menyangkut kucing, terutama pasir kucing. Kita harus mau mencoba, lebih tepatnya mencobakan ke kucing karena ya bukan kita yang menggunakan. Promeong lumayan bisa clumping poop dan menghisap kotoran ke dalam pasir. Harganya juga terjangkau buat yang masih mau coba-coba.
Sekian review pasir kucing Promeong dari The Cat Sound. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan refrensi buat feliners. Nantikan review pasir kucing lainnya di sini ya. Ciao!