Showing posts with label Canned Food. Show all posts
Showing posts with label Canned Food. Show all posts

May 2, 2017

Review Makanan Kucing: Vitta Maxx Mackerel and Tuna In Jelly Wet Food

Dear feliners. Halo halo feliners semua, apa kabar? Gimana kabar para anak berbulu? I hope they’re doing ok. Kali ini The Cat Sound akan mereview pakan kucing varian wet food merek Vitta Maxx. Sebelumnya udah terbit duluan Vitta Maxx wet food rasa Tuna in Jelly, sekarang giliran rasa Mackerel & Tuna in Jelly. Check dis out!

Packaging & Price
Vitta Maxx tersedia kemasan kaleng 400 gram harga IDR 15.000 yang aku beli di Pet Paradise Semarang. Harganya normal ukuran makanan wet food kalengan. Belum nemuin kemasan pouch-nya sih.

Flavor
Rasa yang aku beli sekarang adalah Mackerel & Tuna In Jelly. Masih ada rasa lain, cuma waktu itu beli yang rasa Tuna in Jelly aja. And may I say again that I really like the packaging? Yes, I think I may. Kemasan Vitta Maxx ini lucu banget pakai model kucing tabby dengan kemasan warna magenta gitu lah, terus melet gitu. Bikin gemes!

Texture & Ingredients
Berbeda dengan rasa Tuna in Jelly, rasa Mackerel & Tuna in Jelly punya tekstur makanan dengan ikan-ikan kecil atau fish chunk. Berikut penampakan tekstur makanan Vitta Maxx wet food rasa Mackerel & Tuna in Jelly :
Hampir semua wet food punya tekstur bubur dengan warna yang sama yaitu merah bata atau maroon. Lihat kan feliners tekstur makanannya lebih raw karena ada potongan dan cincangan ikan Tuna juga Mackerel. Bahan yang dipakai adalah Tuna, Chopped Mackerel, Minched Fish, Jelly Powder, Water, Vitamin E dan Vitamin D3. Tuh kan, bahannya aja berbeda. Kalau di rasa Tuna in Jelly cuma ada ikan Tuna, di rasa Mackerel & Tuna in Jelly ada bahan Chopped Mackerel atau potongan ikan mackerel dan Minched Fish atau cincangan ikan. Tapi ikan apa yang dicincang juga ga jelas karena ga dijelaskan #apasih.
Masih ada tulisan keterangan di kemasan “With well-selected quality ingredients hygiene manufacturing process, Vitta Maxx canned cat food is a complimentary food for cats at all stages” jadi rasa Mackerel & Tuna in Jelly ini sama dengan rasa Tuna in Jelly bisa dikonsumsi oleh kucing adult maupun kitten alias all life stages.
It’s no secret that Perfect Companion has so MANY cat food brand and variant out there! And Vitta Maxx is only the one of cat food brand of Perfect Companion. Yep, di belakang kemasan ada keterangan Distributed by Perfect Companion Group lalu ada Imported and Distributed by Perfect Companion Malaysia. Jadi beneran ya feliners Vitta Maxx ini adalah salah satu brand milik Perfect Companion. Kayaknya bener-bener ya Perfect Companion jadi rajanya cat food. Aku cari dong ke website Perfect Companion Thailand dan juga Malaysia tapi ga ada informasi tentang Vitta Maxx ini. Malah ada informasi tentang Vitta Maxx di website Limax Malaysia. Konten websitenya pun sangat berantakan dan cuma ada keterangan Vitta Maxx dog food. Adakah yang punya tau dimana aku bisa dapat informasi Vitta maxx?

Cat Point of View
Sama seperti dengan Vitta Maxx rasa Tuna in Jelly sih, kesan pertama sama Vitta Maxx rasa Tuna & Mackerel in Jelly ya kucing masih suka dan doyan. Teteup aja packagingnya hampir samaan dengan My Cear Cat wet food sampai ke format packagingnya juga. Tapi kayaknya kucing-kucing lebih suka makan rasa ini karena mungkin fish chunk-nya lebih besar dan keliatan. Tekstur wet foodnya masih berjelly (ya iyalah la wong judulnya Tuna & Mackerel in Jelly). Tiap kali aku bunyiin sendok ke foodbowl kucing selalu gelisah dan berbondong-bondong ke lantai atas ke area mereka biasa makan. Emang selalu begitu sih kalau emaknya udah bawa wet food, kayak takut ga kebagian. Seperti biasa kalau makan wet food selalu lahap, habis dan berebut. By the way, wet food gini biasa aku kasih tiap 1 sampai 2 kali seminggu. Ga sering-sering sih, kalau keseringan mereka nanti malah ga doyan makan dry food.

Conclusion
Kesimpulan yang bisa aku tarik dari review Vitta Maxx Tuna & Mackerel in Jelly ini kucing-kucing suka dan emakpun juga suka. Lebih suka varian rasa Tuna & Mackerel in Jelly daripada rasa Tuna in Jelly karena fish chunk-nya lebih gede dan keliatan.
RATINGS : 4 stars
REPURCHASE : Definitely YES!
WHERE TO BUY : Di Semarang, aku baru nemuin Vitta Maxx wet food ini di Pet Paradise aja. Belum nemuin di tempat lain. Tapi kalau feliners mau beli, Vitta Maxx ada kok di lapak-lapak online.
Vitta Maxx ini adalah all life stages cat food yang artinya bisa dikonsumsi oleh kucing usia berapapun. Sekian review Vitta Maxx wet food dari The Cat Sound. Semoga review ini bermanfaat dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Masih ada review Vitta Maxx wet food varian lainnya. Tunggu reviewnya ya feliners. Thank you for reading feliners!

**Disclaimer: review di atas merupakan review dari pandangan, perspektif serta pengalaman pribadi dari penulis. Jika ingin menyalin atau mengutip harap link ke www.thecatssound.blogspot.co.id.

Review Makanan Kucing: Vitta Maxx Tuna in Jelly Wet Food

Dear feliners. Halo semuanya apa kabar? Semoga feliners dan para pasukan berkaki empat selalu sehat ya. Kali ini The Cat Sound akan sharing review pakan kucing wet food merk Vitta Maxx. Review Vitta Maxx wet food ini udah lama banget ngendep di file review udah sejak tahun 2015, baru sekarang sempat post reviewnya. Simak review Vitta Maxx wet food rasa Tuna in Jelly di bawah ya feliners.

Packaging & Price
Vitta Maxx tersedia kemasan kaleng 400 gram harga IDR 15.000 yang aku beli di Pet Paradise Semarang. Harganya normal ukuran makanan wet food kalengan. Belum nemuin kemasan pouch-nya sih.

Flavor
Rasa yang aku beli adalah Tuna In Jelly. Masih ada rasa lain, cuma waktu itu beli yang rasa Tuna in Jelly aja. Kemasan Vitta Maxx ini lucu banget pakai model kucing tabby dengan kemasan warna magenta gitu lah, terus melet gitu. Bikin gemes!

Texture & Ingredients
Tekstur makanan Vitta Maxx ini seperti bubur warna merah aja ga ada ikan chunk atau suwiran ikan didalamnya. Entah ini begini semua atau pas aku dapet yang begini. Berikut penampakan isi makanan Vitta Maxx rasa Tuna in Jelly :
Lela nungguin makan Vitta Maxx
Hampir semua wet food punya tekstur bubur dengan warna yang sama yaitu merah bata atau maroon. By the way itu Lela sama anak-anaknya lagi nenen dia. Udah pada ga sabar mau makan Vitta Maxx banget tuh, udah pada ngeliatin. Tekstur makanan Vitta Maxx rasa Tuna in Jelly sama sekali ga ada ikan-ikanan. Semuanya pure bentuk bubur warna merah. Lapisan jelly-nya juga cuma ada di bagian atas kaleng wet food. Di wet food makanannya ga berjelly. Harusnya sih ekspetasiku kalau udah bertulis Tuna, seenggaknya ada fish chunk walaupun sedikit di dalamnya. Beda dengan rasa Mackerel & Tuna in Jelly nih feliners yang punya tekstur makanan ada fish chunk di dalamnya.
Bahan yang dipakai ada Tuna, Water dan Jelly Powder. Biasanya kalau wet food yang dipakai adalah Jelly Agents atau Seaweed tapi Vitta Maxx pakai Jelly Powder. Kalau kita sih bilang Jelly Powder itu adalah mungkin bubuk agar-agar atau bubuk jelly. Pada keterangan kemasan bilang “With well-selected quality ingredients hygiene manufacturing process, Vitta Maxx canned cat food is a complimentary food for cats at all stages”, jadi aku simpulkan Vitta Maxx bisa dikonsumsi oleh baik kucing dewasa dan kitten. Kucing adult dan kitten ku semuanya juga makan Vitta Maxx ini. Bahan lain dalam Vitta Maxx wet food rasa Tuna in Jelly adalah Vitamin E dan Vitamin D3.
It’s no secret that Perfect Companion has so MANY cat food brand and variant out there! And Vitta Maxx is only the one of cat food brand of Perfect Companion. Yep, di belakang kemasan ada keterangan Distributed by Perfect Companion Group lalu ada Imported and Distributed by Perfect Companion Malaysia. Jadi beneran ya feliners Vitta Maxx ini adalah salah satu brand milik Perfect Companion. Kayaknya bener-bener ya Perfect Companion jadi rajanya cat food. Aku cari dong ke website Perfect Companion Thailand dan juga Malaysia tapi ga ada informasi tentang Vitta Maxx ini. Malah ada informasi tentang Vitta Maxx di website Limax Malaysia. Konten websitenya pun sangat berantakan dan cuma ada keterangan Vitta Maxx dog food. Adakah yang punya tau dimana aku bisa dapat informasi Vitta maxx?

Cat Point of View
Kesan pertama sama Vitta Maxx ini adalah kemasannya hampir sama dengan kemasan My Dear Cat wet food (review My Dear Cat wet food bisa feliners baca di sini) dan awalnya sempat mikir juga mungkin My Dear Cat wet food udah ganti sama Vitta Maxx. Yang bikin aku kepingin beli adalah kemasannya lucu banget pakai model kucing melet gitu dan pakai warna pink dan orange. Pokoknya mah perempuan kalau liat kemasan pink atau colorful gitu mau beli aja, hayo pada ngaku! Terus kesan pertama buat si kucing ya gitu deh, tetep lahap dan berebut tiap aku kasih tanda makan wet food dengan bunyiin foodbowl pakai sendok. Emang selalu begitu sih kalau emaknya udah bawa wet food, kayak takut ga kebagian. Seperti biasa kalau makan wet food selalu lahap, habis dan berebut.

Conclusion
Keseluruhan kucing suka, emak juga suka. Vitta Maxx wet food bisa dikonsumsi oleh kucing adult juga kucing kitten, dengan kata lain Vitta Maxx ini makanan kucing all life stages.
RATINGS : 4 stars
REPURCHASE : Definitely YES!
WHERE TO BUY : Di Semarang, aku baru nemuin Vitta Maxx wet food ini di Pet Paradise aja. Belum nemuin di tempat lain. Tapi kalau feliners mau beli, Vitta Maxx ada kok di lapak-lapak online.
Vitta Maxx ini adalah all life stages cat food yang artinya bisa dikonsumsi oleh kucing usia berapapun. Sekian review Vitta Maxx wet food dari The Cat Sound. Semoga review ini bermanfaat dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Masih ada review Vitta Maxx wet food varian lainnya. Tunggu reviewnya ya feliners. Thank you for reading feliners!

**Disclaimer: review di atas merupakan review dari pandangan, perspektif serta pengalaman pribadi dari penulis. Jika ingin menyalin atau mengutip harap link ke www.thecatssound.blogspot.co.id.

Mar 12, 2016

Review Makanan Kucing: My Dear Cat Seafood Platter in Prawn Jelly Wet Food

Dear feliners. Halo, apa kabar? Semoga kabar feliners semua dalam keadaan yang baik dan sehat. Masih musim hujan loh, yang punya kucing indoor-outdoor dijaga ya kucingnya biar ga kedinginan pas ada diluar rumah.
Kali ini The Cat Sound akan mereview makanan kucing My Dear Cat varian wet cat food. Sebenernya kucing-kucing di rumah udah lama mengkonsumsi My Dear Cat bebarengan sama Whiskas, tapi baru sempat mereview. Sekedar info ya feliners, aku sendiri butuh waktu yang ga sebentar buat mereview makanan kucing. Ga mungkin kan makanan kucing langsung berpengaruh ke kucing dalam waktu singkat? Maka dari itu setelah mencoba makanan kucing merk baru, aku selalu mencoba buat observe pengaruh setelah si kucing makan merk tertentu. Efek yang paling gampang dilihat adalah dari kotorang si kucing. Sush, daripada lama-lama, yuk simak review di bawah!

Packaging & Price
Kemasan My Dear Cat wet food sepertinya cuma ada isi 400 gram. My Dear Cat ga menyediakan kemasan sachet atau kemasan mini seperti kepunyaan Whiskas, Friskies dan Power Cat. Harga per kalengnya IDR 14,000. Pernah juga beli My Dear Cat wet food harga IDR 15,000. Harga bisa beda-beda di tempat lain.

Flavor
Varian rasa yang aku beli adalah rasa Seafood Platter in Prawn Jelly. Menurut sumber Toko Hewan, My Dear Cat wet food punya varian rasa lain yaitu Mackarel & Tuna in Jelly ; Tuna Sardina in Prawn Jelly dan Tuna in Jelly.

Texture & Ingredients
Tekstur My Dear Cat wet food ini sangat raw. Terlihat di makanannya yang masih banyak ikan-ikanan utuh ditumpukin jelly yang lumayan tebel. Teskturnya kebanyakan ikan raw dan ada beberapa tekstur kerang warna hijau. Aromanya lebih kalem dibanding sama Whiskas wet cat food Seafood Platter yang sangat amis khas amis kerang.


 Berikut ingredients yang ada di My Dear Cat rasa Seafood Platter :
 And, wow! Paprika! I was super surprised! Baru pertama kali nemuin makanan kucing yang didalam bahan-bahannya ada Paprika. Maybe, paprika ini sebagai penambah rasa dan buat penyedap. Maybe, kucing bisa merasakan cita rasa suatu makanan.
My Dear Cat adalah produk makanan kucing buatan Thailand. Diproduksi oleh Perfect Companion Group. Waktu aku buka website Perfect Companion Indonesia ini sangat lama loading, entah itu karena speed inetku atau memang websitenya sulit di akses. Yang bikin tambah kesel, pas klik PRODUCT di bagian atas dan klik CAT FOOD, My Dear Cat ini ga ada di daftar produknya. Cuma ada Me-o dan Classic.

Lalu aku akses ke website Perfect Companion Group Malaysia, aku nemuin makanan kaleng yang rasanya sama dengan My Dear Cat tapi nama merknya adalah Smart Heart.
Tapi eh tapi, disamping info websitenya yang terbatas, yang paling aku suka dari My Dear Cat ini adalah kemasannya yang super sweet! Warna yang dipakai warna-warna pastel lembut yang adem dilihat. Kalau gini, perempuan mana bisa tahan. Walaupun aku ga terlalu addict sama warna pink dan ungu, tetep aja kemasannya irresistible buat ga dibeli. Well done, My Dear Cat! You got my attention!

Cat Point of View
Kucing-kucingku memang ga pernah menolak wet food hampir merk apapun. Semuanya mereka makan dengan lahap dan cepet sekali makannya. Efek dari setelah makan My Dear Cat adalah kucingku sedikit terlihat sering poop dan pipis. Mungkin itu normal-normal aja karena warna dan tekstur kotoran kucing masih terlihat normal dan ga ada masalah. Terutama, Thomas, sangat egois kalau lagi makan wet food dan sama sekali ga mau sharing makanannya sama kucing lain. Alhasil, aku siapkan porsi double.

Conclusion
Kesimpulan dari My Dear Cat ini punya aroma yang enak dan meyengat, tapi ga semenyengat dari makanan dry food yang pernah aku coba. Kualitas My Dear Cat yang bagus dengan harga murah jadi magnet buat feliners yang hidup dalam budget hemat. Kucing-kucingku sangat suka lah pokoknya!

Review Makanan Kucing: Whiskas Junior Wet Food

Dear all feliners. Kali ini The Cat Sound akan mereview makanan kucing yang sangat terkenal diantara feline guardians, yep, Whiskas. Whiskas ini bisa jadi makanan kucing yang paling banyak dihafal oleh feliners dan orang awam. Yang akan direview adalah Whiska Junior wet food. Check it out!

 
Packaging & Price
Whiskas Junior varian wet food cuma punya kemasan 85 gram. Biasanya satu bungkusnya dijual harga mulai dari IDR 4,500 sampai IDR 7,000 tergantung tempat serta lokasi membeli.

Flavor
Rasa yang ada adalah rasa Tuna & Mackerel. Aku sempet mikir kenapa rasa makanan kucing buat kitten rasanya rata-rata Tuna, Mackerel, Salmon tanpa campuran ikan lan. Biasanya rasa makanan kucing adult lebih beragam, bisa ikan panggang, seafood, chicken tuna dan lainnya. Aku sendiri menyimpulkan, kitten ini baru bisa makan dan mengenali makanan kucing. Jadi dibuat rasa yang masih original buat makanan awal para kitten sebelum mereka dewasa.

Texture & Ingredients
Tesktur Whiskas Junior lebih lembut dari Whiskas adult. Mungkin Whiskas Junior di design buat gigi si kitten yang masih lemah dan ga kuat makan makanan keras. Potongan ikan-ikan kecilnya juga lebih kecil. Whiskas Junior punya banyak jelly cair di dalam makanannya.
Warna dari tiap varian rasa berbeda. Whiskas Junior rasa Tuna warna makannnya merah dan yang rasa Mackerel warnanya lebih pucat. Aromanya hampir sama, ikan gitu. Satu bungkus Whiskas Junior isi 85 gram biasanya habis 1 hari. Aku kasih Whiskas Junior ga cuma buat kittens, tapi kucing adult juga doyan. Aku sih kasih wet cat food ini sehari satu sampai dua kali. Kalau dikasih kebanyakan, nanti si kucing jadi manja dan ga mau makan dry food. Berikut ingredients yang ada dalam Whiskas Junior :


Cat Point of View
Kucingku semuanya suka, mulai Thomas, Lela, Izzy & Gizmo. Aku sering juga ngasih wet food buat kucing domestic aku taruh diluar balkon kamar. Maklum, balkon kamar sering jadi hotelnya kucing domestic. Mereka juga doyan. Sampai saat ini belum pernah kucingku menolak Whiskas Junior. Coba aja ada kemasan isi yang lebih besar kayak Whiskas adult, ga perlu beli Whiskas Junior sachet terlalu banyak. Menurut rekomendasi beberapa shop keeper pet shop, lebih bagus lagi kalau Whiskas Junior wet food juga dimakan barengan Whiskas Junior dry food. Tapi ga dimakan juga ga apa-apa.

Conclusion
Whiskas Junior ini sangat disukai sama kucing dewasa dan kittenku. Mereka sangat suka dan juga ga pernah menolak Whiskas Junior!

Jan 18, 2016

Review Makanan Kucing: Whiskas Adult Tuna & Ocean Fish Wet Food

Hallloooow feliners. Masih semangat posting review makanan kucing nih! The Cat Sound akan mereview salah satu brand cat food yang tersohor, selalu ada di pet shop dan juga supermarket, and… jangan lupa ini brand dari Thailand. Yup! Tebakan kalian bener banget! Whiskas. Like, who doesn’t know Whiskas? Everyone does. Varian yang akan direview adalah yang wet food.

Packaging & Price
Whiskas punya kemasan makanan basah kaleng isi 400 gram dan sachet kemasan 85 gram. Biasanya aku beli yang sachet karena lebih praktis sekali saji. Ga jarang juga aku beli yang isi 400 gram. Harga buat yang kemasan 400 gram start IDR 13,000 sampai IDR 16,000, buat yang kemasan 85 gram start IDR 4,000 sampai IDR 6,000 tergantung dimana belinya. Tiap pet shop di Semarang juga harganya beda-beda.

Flavor
Yang aku coba kali ini adalah varian rasa Tuna & Ocean Fish. Semua kucingku suka dan belum pernah sama sekali kucingku nolak makan Whiskas wet food ini.

Texture & Ingredients
Point plus Whiskas wet cat food adalah potongan ikan kecil segarnya. Yes! Ini nih yang aku pengen kasih ke kucing. Makanan kucing yang bentuknya agak masih raw dan si kucing berasa makan ikan segar. Kucing kan hewan karnivora jadi dia suka daging, apalagi selama ini yang kita tahu kucing suka makan ikan dan tikus. Hahaha, yes mouse! Kan ada tuh dikartunnya Tom & Jerry, si Tom mati-matian nangkep Jerry. Kalau udah ketangkep, yah udah deh kartunnya selesai. Kalau ada point plus, pasti ada point minus. Yep, nobody’s perfect. Minus dari Whiskas wet cat food ini terlalu banyak tambahan bubur kental, terlalu banyak jelly dan juga sepertinya ada pewarna makanan karena warna makananya merah bata terang. Tekstur Whiskas lembek dan yang pasti ada jelly, seperti gambar di bawah ini :

Ingredients yang digunakan wet cat food-nya Whiskas masing-masing varian rasa ada digambar di bawah ini :

Whiskas biasanya pakai lebih dari jenis ikan buat diolah. Juga ada vitamin dan mineral buat pelengkap gizi si meong. Biasanya satu kaleng kemasan Whiskas isi 400 gram habis paling cepat 1 hari paling lama 2 hari. Kalau lebih dari 2 hari jadinya bau, kecuali kalau dimasukan ke dalam kulkas. Biasanya pas weekend aku manjain si kucing dengan aku kasih wet cat food-nya agak banyak dari hari biasa. Karena pada hari biasa, aku jarang di rumah. Ya kuliah, main, belanja, makan, pacaran, nonton dan aktivitas anak muda lain hahaha. Masih anak muda kok, belum tua-tua banget. 

Cat Point of View
Dih, beringas semua nih sama Whiskas maunya minta nambah mulu. Ga perlu diperdebatkan lagi loh soal ini. Kucingku belum ada yang pernah menolak Whiskas wet cat food sebelumnya. Aroma Whiskas ini kuat banget loh, masa pernah aku cari-cari kucing-kucingku di rumah dan ga ketemua. Soalnya waktu itu adalah jadwal makan malam mereka dan aku menyajikan Whiskas wet cat food sebagai menu andalan makan malam buat para feline.
Selama kucingku makan Whiskas, ga ada efek buruk yang signifikan. Poop nya masih lancar, ga lembek banget, warna poopnya ga terlalu terang maupun terlalu gelap, bau poopnya normal-normal aja dan pipisnya juga ga terlalu over atau terlalu sedikit. Memang sih poop mereka jadi lebih lembek dibandingkan sebelum makan Whiskas wet cat food secara rutin. Tapi menurut aku itu bukan efek buruk sih. Masih normal. Pokoknya, garis besarnya, mereka doyan banget. TITIK. Tapi kalau Whiskas ada nilai plusnya, pasti ada nilai minusnya, toh? Minusnya adalah tekstur makanan kucing ini sangat lembut kayak bubur. Cuma terbantu sama beberapa potongan ikan kecil segar aja sih menurutku. After all, my CATS LOVE THIS SO MUCH.

Conclusion
Kesimpulannya adalah, kucingku suka doyan dan selalu minta tambah. Udah itu aja. Buat harga masih normal diantara makanan kucing lainnya. Sekali lagi yah aku jelaskan dan aku tegaskan, just because my cats loved this food very much, doesn’t mean your cats would love it. Ini semua kembali ke selera kucing masing-masing

Jan 4, 2016

Review Makanan Kucing: Friskies Adult Deep Sea Delights - Pure Tuna Wet Food

Halo, all. Welcome to The Cat Sound blog. Ini adalah post pertama The Cat Sound blog di tahun 2016. Semoga tulisan ini bermanfaat buat para feline lovers yah. Happy new year!



Kali ini The Cat Sound blog akan sharing informasi mengenai review makanan kucing yang terkenal dengan kemasan kuning nya… Yup, bener sekali! Friskies. Friskies adalah salah satu makanan kucing yang wajib ada di tiap pet shop dan bahkan tersedia juga di supermarket di kota aku, bahkan ada juga di kota-kota kalian. Makanan kucing buatan negeri gajah putih (re:Thailand) ini juga sudah dikenal oleh para cat people tanah air. Yang akan di review sekarang adalah wet food-nya. Kenapa beli Friskies? Penasaran! Karena alasan penasaran kadang aku suka ‘kalap’ kalau belanja makanan kucing buat felines yang lucu dan ngegemesin di rumah. Toh, juga aku suka banget sama warna kuning dan packaging Friskies ini kuning, makanya deh beli. Selain penasaran, aku juga pingin bikin menu Lela, Izzy, Gizmo dan Titi lebih bervariasi dan kaya rasa. Aku orangnya selalu over reacting terhadap sesuatu, termasuk kucing. Jadi bisa dibilang I think like a cat hahaha lol.

Packaging & Price
Friskies Wet Food ini dikemas pakai kaleng berlabel kemasan warna kuning khasnya isi 400gr, seharga IDR 15,000. Dari semua pet shop yang aku kunjungi, semua menjual Friskies seharga IDR 15,000. Nah, buat kemasan yang lebih kecil isi 85gr seharga IDR 5,000 - IDR 6,000. Inget loh, tiap pet shop dan tiap kota harganya berbeda. Beda kayak kemasan Whiskas wet food 85gr pakai kemasan sachet, Friskies pakai kemasan kaleng ukuran kecil.

Flavor
Rasa yang aku pilih kali ini adalah Deep Sea Delights Pure Tuna. Banyak sekali varian rasa yang tersedia di pasaran, yang aku tau adalah varian rasa ini, Ocean Fish & varian makanan basah untuk kitten. Buat info lengkap, bisa kunjungi website resminya Friskies.

Texture & Ingredients
Tekstur makanan kucing wet food ini lebih solid dan ga terlalu lembek juga. Karena mungkin aku ga lihat ada jelly yang biasanya jadi pelengkap wet cat food pada umumnya. Padahal di keterangan ingredients, jelly juga termasuk dalam bahan Friskies. Warnanya juga lebih gelap dari makanan kucing wet yang pernah aku coba, lebih gelap dari Whiskas dan My Dear Cat. Ga ada potongan ikan kecil segar seperti yang ada di Whiskas dan My Dear Cat wet cat food. Teksturnya lembut dan mirip bubur kasar atau sardine (re:makanan manusia) yang dihancurin dan dilembekin. Baunya pun ga ‘semenarik’ kepunyaan Whiskas yang kalau kemasannya dibuka para kucing udah langsung ngerubung. Aku coba ngendus aromanya, aroma Friskies ini ga seamis dan semenarik kepunyaan Whiskas atau My Dear Cat. Aromanya ga amis dan ga kecium aroma ikan.



Bahan-bahan Friskies Wet Food bisa dilihat pada gambar kemasan di bawah ini :


Bahan dasar ikan dari Friskies ini juga hanya ikan Tuna tanpa ada tambahan bahan ikan lain. Now I know kenapa tekstur Friskies engga ada potongan ikan segar karena ikan tuna nya sudah diolah. Dari kemasan mereka berstatement all your cat’s daily need dan made from real fish. Tapi menurutku mereka mungkin overcooked dan bikin tekstur Friskies ini sepenuhnya lembek, sekali lagi, tanpa ada potongan ikan segar. Kucing kayaknya lebih suka wet food yang ada tekstur utuh dari ikan, bikin mereka ngerasa makan ikan seger gituh deh. Tapi sebenernya engga juga, aku pernah kasih kucingku Whiskas wet food kemasan 85gr yang notabene seluruh makanannya lembek tanpa ada tambahan potongan ikan. Beda kalau kemasan kaleng 400gr, potongan ikannya banyak bener. Maybe, kucingku berasa makan bubur ketimbang makan wet food yang ada potongan ikan.

Cat Point of View
Dari hasil pengamatanku, kucingku merasa kurang ‘bersemangat’ makan Friskies ini. Mereka cuma ngendus-ngendus ini dari deket terus dijauhin. Dideketin lagi terus dijauhin lagi. Semacam pendekatan sama Friskies ini. Pas aku buka kemasannya diantara para kucing, mereka juga ga sebringas pas aku buka Whiskas yang wet food dari kalengnya. Ini adalah pertanda awal bahwa kucing-kucingku merasa biasa aja sama makanan Friskies. Kayak ga baper gitu, kalau sama Whiskas baru deh mereka baperan.
Oh ya, mau sharing juga yah. Aku selalu nyampur wet food sama dry food jadi satu dan aku aduk kalau mau ngasih para kucing makanan wet food. Kenapa? Aku denger kalau kucing terlalu sering makan wet food ga baik buat kesehatan mulutnya. Mulutnya jadi bau dan bisa aja giginya jadi sakit. Karena biasanya sih, menurut informasi yang aku denger, kucing liar / domestik yang tinggal di jalanan, makan daun buat membersihkan mulut mereka setelah makan. Sama kayak kita kalau abis makan main course lalu makan desert. Daun ini jadi desert mereka. Lagian aku ga naruh tanaman di sekitar rumah karena alasan kebersihan dan biar ga jadi sarang serangga. Kembali ke wet food tadi, aku campur sama dry food supaya efek buruk yang bisa terjadi pada mulut mereka berkurang. Dan lagi, kalau kucing dikasih makanan dry food setiap saat, ga baik buat ginjal dia karena kandungan air di makanan kering kucing sangatlah rendah. Juga harus diselingi sama wet food. Karena itulah, aku mencampur wet food dan dry cat jadi satu buat menghindari masalah yang bisa aja terjadi kepada kucingku.
Waktu nyampur wet food-nya Friskies, aku pakai Oke Cat Kitten Food sebagai campuran dry food (karena waktu itu, makanan kering kucing yang masih ada adalah Oke Cat). Mereka mau-mau aja sih dikasih campuran wet food sama dry food. Tapi mereka sedikit ga selera makan ketika aku selalu ngasih Friskies wet food ini di waktu dinner mereka. Mungkin ga tau karena bosen atau ada alasan lain. Sampai makanan ini habis, ga ada efek buruk buat si emak dan anak-anaknya.

Conclusion
Kesimpulan yang bisa aku tarik dari Friskies wet food ini adalah ga menarik perhatian kucing karena beberapa sebab. Pertama, mungkin baunya ga senikmat bau ikan segar. Aroma Friskies ini seperti makanan olahan. Satu lagi penyebab pasti kucingku ga beringas makan Friskies adalah ga ada potongan ikan segar. Kedua, teksturnya lebih garing dan minim jelly. Ketiga, kembali ke kucing kita masing-masing yah! Karena makanan kucing kan yang merasakan adalah kucing kita, jadi kucing kita yang menentukan apakah doi merasa cocok atau nolak.