Mar 6, 2017

Review Makanan Kucing: Universal Tuna Dry Food

Dear feliners. Hi hi hi hi, apa kabar? Semoga feliners dan para rombongan berbulu senantiasa diberi kesehatan ya. Selamat bulan Maret. Ga kerasa aja udah bulan Maret. Kali ini The Cat Sound akan mereview makanan kucing yang sangat tersohor dan terkenal di antara feliners. Makanan kucing ini dikenal karena bentuk kibble donatnya yang sangat melegenda. Bahkan kalau orang ke pet shop bilang, “Mbak, makanan kucing bentuk donat”, langsung deh pasti sang shopkeeper langsung nyantel. Yasssh! UNIVERSAL! Menurutku nih, semua feliners udah pernah pakai Universal untuk kucing-kucingnya. Di post review ini, The Cat Sound akan mengulik semua hal yang harus kalian ketahui dari Universal (bahkan beberapa poin yang sama sekali ga terpikirkan). Kali ini yang akan aku review duluan adalah Universal Tuna (kibble donat). Simak review di bawah ya feliners. 
penampakan kemasan karung Universal Tuna
SOURCE

Packaging & Price
Universal ini selalu ada dalam kemasan repack isi mulai dari 250 gram sampai 1 kg. Fresh pack Universal sendiri berupa kemasan karungan isi 20 kg. Harga Universal di tiap pet shop juga bervariasi. Yang paling murah aku pernah dapetin seharga IDR 12,000 buat isi 500 gram dan IDR 23,000 buat isi 1 kg. 

Flavor
Dulunya sih Universal cuma ada satu bentuk kibble yaitu donat yang adalah rasa Tuna. Tapi beberapa waktu lalu, tepatnya bulan Agustus 2016 lalu aku nemuin Universal rasa Seafood. Menurut update dari Kasih Satwa Semarang dan Pow Pow Pet Shop Semarang, Universal sekarang punya dua rasa yaitu Seafood dan Tuna. Review Universal Seafood bisa feliners baca di link ini.

Texture & Ingredients
Nah Universal donat ini lah yang sangat terkenal dan punya tempat tersendiri dihati para cat guardians. Pasti udah pada tau kan kalau kibble Universal ini donat? Nih penampakannya :
Aroma Universal menyengat ikan dan amis. Warna makanan Universal ini juga hampir sama. Kalau menurutku sih kibble bentuk begini juga banyak dipakai sama merk-merk lainnya. Tapi sih orang-orang udah familiar kalau kibble donat gini ya Universal. Kebetulan juga informasi Universal ini ga susah didapet. Berikut informasi belakang kemasan karung Universal rasa Tuna yang aku kutip via Tokopedia (Naroo Pet) :
SOURCE
Ingredients yang digunakan Universal Tuna yaitu Corn, Soybean Meal, Cassava, Corn Gluten Meal, Poultry By-Product Meal, Poultry Fat, Tuna Meal, Taurine dan lainnya. Ada satu bahan yang bikin aku penasaran sekaligus parno yaitu DL-Methionine. Pertama kali baca udah nebak duluan kalau bahan ini adalah bahan kimia. Cari, cari, cari di internet dong pastinya. Akhirnya nemuin sebuah artikel pendek di Wysong.net tentang penggunaan Methionine pada bahan pakan hewan peliharaan secara umum. Berikut isi artikel original dari Wysong :
Methionine is a sulfur containing amino acid that is important in a wide variety of metabolic processes. Supplemental DL-methionine has been used to help acidify the urine in cats prone to struvite urinary stones “. Jadi, Methionine ini adalah sulfur yang mengandung asam amino yang penting pada sistem metabolisme. Lalu ada DL-Methionine yang digunakan untuk mengasamkan urin kucing karena kucing rentan akan masalah urinary (FUS/FLUTD). 
Karena sumber dari Wysong kurang lengkap, aku cari lagi apa itu DL-Methionine. Dan ketemu deh di Truth About Pet Food. Methionine adalah salah satu asam yang biasanya ada didaging dan ikan juga merupakan asam amino yang diperlukan oleh anjing juga kucing. Berikut kutipan yang aku kutip dari artikel original Truth About Pet Food :
So if methionine is found in meat and fish pet food ingredients, why would the supplement DL-Methionine be added to pet foods?  “For diets that contain minimal amounts of meat proteins, are heavily weighted to vegetable proteins like soy or are low calorie foods diluted with inert ingredients such as cereals and cellulose, there may be a need for supplemental methionine.” Dr. Aldrich also states some pet foods add DL-Methionine “to help promote the palatability of the diet, as cats have been reported to have an “appetite” for methionine.”  (or could it be that cats have an ‘appetite’ for meat?)
Aku jelaskan poin pentingnya aja ya feliners. Jadi DL-Methionine ini adalah suplemen dari Methionine itu sendiri. Padahal Methionine bisa ditemukan pada daging dan ikan yang juga udah biasa jadi bahan pembuatan pakan kucing. Tapi berhubung tidak semua pakan kucing pakai Methionine asli dari daging atau ikan,  ditambahkan deh DL-Methionine ini. Penambahan DL-Methionine biasanya digunakan pada pakan rendah kalori yang mengandung banyak sayur-sayuran dan kedelai. DL-Methionine juga bisa untuk menambah nafsu makan kucing. Kalau kita mau baca pasti akan lebih tau kok feliners.
Nah, ada lagi nih feliners bahan makanan Cassava. Cassava atau singkong ini juga ada dalam daftar ingredients Universal Tuna. Lagi-lagi dapat artikel yang sangat helpful di Wysong.net. Ajaib banget nih website, punya (hampir) segala informasi yang aku butuhkan. Dijelaskan di artikel Wysong, cassava sering disebut dalam bahasa ingredients Tapioca ini merupakan sumber karbohidrat namun jumlahnya sedikit. Duh, kok jelek ya bahan cassava ini? Ternyata sumber karbohidrat manusia dan hewan berbeda ya. Yang baik untuk kita belum tentu baik untuk para pasukan berbulu. Seperti yang aku kutip dari artikel Wysong :
“ Tapioca contains very little protein, and the small quantity that is naturally present is of inferior quality to grains. This necessitates the addition of ingredients to supply the amino acids methionine and lysine. Meat naturally contains these amino acids, but formulating with tapioca rather than grains and legumes effectively robs the meat of these essential amino acids. This creates a net deficiency of them as compared to the same formulations if they were to contain grains. ”
Coba deh feliners visit ke artikel originalnya Wysong di link ini. Disitu feliners bisa baca semua informasi tentang cassava. Inti dari artikel tersebut adalah cassava kurang layak digunakan dalam bahan pakan kucing karena mengandung gula yang tinggi dan bukan merupakan sumber karbohidrat yang baik.
Universal adalah salah satu produk dari Perfect Companion. Gila bener! Perfect Companion punya banyak merk pakan kucing. Banyak yang bilang Universal makanan kucing yang ga jelas asal usul maupun bahan-bahannya. Bahkan ada himbauan dari kemasan karung Universal “For further information of the health of your companion animal, product satisfaction, or expert advice, please contact our customer relation department via the address above”. Yang intinya, jika ada pertanyaan bisa menghubungi bagian customer relation lewat alamat di atas. Padahal keterangan alamatnya ada di bawah. Via the address below kali ya? Universal diproduksi dan didistribusikan oleh Perfect Companion Thailand. Lalu diimpor dan didistribusikan oleh Perfect Companion Malaysia. Kedua website memuat informasi tentang Universal. Dikemasan karung Universal ini memuat informasi detail tentang produsen dan distributor. Ada nama perusahaan, alamat perusahaan, hotline perusahaan/nomor yang bisa dihubungi dan juga nomor fax. Sayangnya di Perfect Companion Indonesia dan CPPet Food Indonesia ga memuat informasi Universal. Universal juga ada label Suci Bersih dari Malaysia yang sama dengan label Halal ala Indonesia. Bravo deh Universal!

Cat Point of View
Sebenernya aku udah pernah ngasih Universal ini ke kucing-kucingku beberapa bulan lalu, bahkan beberapa tahun lalu waktu pertama kali banget pelihara kucing dan masih sangat minim pengetahuan akan dunia cat food (sekarang juga masih minim dan terus belajar kok feliners). Lalu aku putuskan beli lagi karena dulu ga memperhatikan secara seksama gimana reaksi dan efek ke kucing. Setelah mengkonsumsi lagi si Universal ini, pipis kucing-kucingku jadi makin bau pesing! Warna pipisnya kuning pekat banget. Eh kok bisa ya tau warna pipis kucing padahal kucing buang air di pasir? Jawabannya karena kucing-kucingku sekarang lagi nakal sering banget buang air di luar litter box mereka. Keuntungannya sih jadi tau keadaan original pipis dan poop mereka. Kerugiannya ya kita harus rajin-rajin bersihin tempat si kucing buang air sembarangan. Semprot desinfektan teroooooooooos!
Kalau masalah poop juga jadi warna kuning terang. Tapi teksturnya masih lumayan solid dan masih punya tekstur. Universal yang aku beli ini adalah untuk adult cat karena ada varian Universal Kitten. Tapi kittens-ku juga kadang ikutan makan Universal bersama para tetua. Concern sih sama mereka, takutnya mereka belum siap dan belum bisa mencerna makanan kucing dewasa. Efek buat para kucing kecil poop masih solid tapi warnanya agak terang. Biasanya kalau aku perhatikan poop para anak kecil ini masih solid dan berwarna coklat gelap. Waktu mengulangi makan Universal di rumah ada 5 ekor kitten. Semuanya mengalami efek yang serupa.
I think Universal ini sangat umum dikonsumsi oleh kucing jenis apapun. Dari yang pedigree sampai domestic pun kayaknya (pernah) ngicipin Universal. Kenapa aku bilang demikian? Karena kucing exotic temanku sampai hari ini makan Universal dan kondisi si kucing sangat sehat dan makmur. Ga sedikit kucing ras yang mengkonsumsi Universal. Alasan yang paling sering dilontarkan teman-temanku sih soalnya Universal ini gampang dicari di tiap pet shop dan harganya sangat terjangkau. And, no surprise kucing-kucingku sangat doyan. Makannya sampai berebut dan mengecap. Saking lahapnya, makanan yang tumpah ke lantaipun disosor. Karena efeknya jelek udahan ya nak makan Universal-nya.

Conclusion
Well, kesimpulan yang bisa aku tarik dari review makanan kucing Universal adalah Universal bukan makanan abal-abal yang awalnya aku pikir adalah makanan curah. Universal diproduksi oleh Perfect Companion Thailand. Efeknya ke kucingku memang ga sebagus kucing lainnya. Pipis jadi warna kuning pekat dan poop berwarna kuning terang tapi masih agak solid. I would say aku ga akan mengulangi repurchase Universal ini keculai beneran urgent di pet shop cuma ada Universal. Dilihat dari salah satu bahannya yang membuat aku sedikit concern sama kucing-kucingku. Entah kenapa juga ada beberapa kucing punya teman yang selama bertahun-tahun makan Universal masih sehat. Let’s say this again, every cats are differently unique! Ada yang cocok banget dan ada juga yang enggak.
RATINGS : 3 stars
REPURCHASE : NO (kecuali urgent)
WHERE TO BUY : dari pengalamanku yang paling murah aku beli di Kasih Satwa Semarang seharga IDR 14.000 untuk kemasan 500 gram dan IDR 23.000 untuk kemasan 1 kg. Mungkin di kota feliners masing-masing ada yang lebih murah? Let me know ya!
Jangan lupa juga baca review Universal Seafood ya feliners. Sekian review pakan Universal dari The Cat Sound. Semoga review Universal ini berguna dan bisa dijadikan refrensi pula tentunya buat feliners semua. Nantikan review pakan kucing merk lainnya ya! Bye feliners!

**Disclaimer: review di atas merupakan review dari pandangan, perspektif serta pengalaman pribadi dari penulis. Jika ingin menyalin atau mengutip harap link ke www.thecatssound.blogspot.co.id.

Jan 10, 2017

Review Makanan Kucing: Pro Feline Salmon & Tuna Dry Food

Dear feliners. Halo halo halo! Apa kabar semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan baik ga kekurangan satu hal apapun. Masih Januar 2017 nih feliners, masih kerasa dong tahun barunya? Time flies so damn quick, ya! Well, kali ini The Cat Sound akan kembali mereview pakan kucing. Sebenernya review ini udah aku tulis pertengahan tahun lalu dan karena cari waktu buat post review ini susah, baru lah aku post sekarang. Pakan kucing yang akan aku review kali ini adalah Pro Feline. Let’s get into it, shall we?

Packaging & Price
Semuanya aku beli dalam kemasan repack 500 gram harga IDR 12,000 dan kemasan 1 kg harga IDR 23,000 di Kasih Satwa Semarang. Ada sih kemasan freshpack-nya, tapi dalam kemasan karung isi 20 kg. Ini nih kemasan karungan yang aku foto di Kasih Satwa :

Flavor
Rasa yang aku beli ada dua yaitu rasa Salmon dan Tuna.

Texture & Ingredients
Bentuk masing-masing rasa Pro Feline ini berbeda, Salmon bentuk bunga dan Tuna bentuk donat. Seperti ini penampakan kibble Pro Feline :
Tekstur Pro Feline keras dan kering seperti biasa. Keringnya beneran kering karena sampai berdebu. Kandungan air di Pro Feline mungkin sangat minim. Jadi renyah sih kalau dimakan. Warna kibble ke dua rasa sama yaitu coklat krem tua. Tekstur kibble rasa Tuna berongga. Aroma kedua rasanya kayak ikan kering atau ikan asin yang ada di pasar supermarket gitu. Pernah cium aroma teri yang ada di pasar? Yang udah kering dan diasinkan? Nah aromanya mirip begitu. Aroma lain yang tercium khas adalah aroma beras. Pernah cium aroma beras mentah yang belum jadi nasi ga feliners? Masih beras ya, belum jadi nasi apalagi jadi bubur. Aku kira awalnya Pro Feline sama dengan Star Pro Feline karena namanya hampir sama dan juga informasi di internet minim buat diakses. Sampai nemuin review Star Pro Feline yang ditulis oleh Review Kucing Wordpress dan RadioKucing. Finally aku dapat informasi jelas dari Kasih Satwa tempat dimana aku beli Pro Feline ini. Berikut ingredients Pro Feline rasa Tuna yang aku dapat dari bungkus karung Pro Feline :
Ada keterangan distributornya yaitu PT. Acis Ekamula Sucakti. Perusahaan distributor Pro Feline berlokasi di Jakarta Utara, Indonesia. Pada kemasan karung Pro Feline ada keterangan rasa Tuna. Tapi aku ga dapat kemasan yang rasa Salmon. PT. Acis Ekamula Sucakti ini adalah importir dan distributor makanan kucing di Indonesia. Produk lain PT. Acis Ekamula Sucakti adalah Acis cat food. Pernah dengar Acis? Reviewnya akan segara terbit kok feliners! Informasi PT. Acis Efelinerslya Sucakti ini cukup up to date kok. PT. Acis juga punya website di ptacis.com. Di website ada daftar makanan kucing yang dia distribusikan. 

Bahan yang digunakan Pro Feline ga ada spesifik pakai ikan tuna atau salmon gitu. Cuma ada bahan Fish Meal yang pada keterangan kemasan artinya bubuk ikan. I’m pretty sure kalau Fish Meal adalah lemak ikan. Ikan yang digunakan juga ga tercantum. Salah satu bahan lainnya yang digunakan Pro Feline adalah Meat and Bone Meal yang artinya lemak daging dan tulang atau bubuk daging dan tulang. Ga dijelaskan secara rinci daging dan tulang apa yang digunakan.

Cat Point of View
Kucing-kucingku mengkonsumsi Pro Feline berturut-turut selama kurang lebih 2 minggu dan habis 3 bungkus Pro Feline kemasan 1 kg. Awalnya aku coba Pro Feline Salmon lalu ke Pro Feline Tuna. Kucingku suka banget, lahap, selalu habis. Mungkin karena aromanya enak gitu ya mereka jadi suka makannya. Bahkan yang kecilpun suka makan. Tapi aku batasin kalau buat anak-anak kecil, soalnya takut mereka belum bisa nerima pakan kucing adult. Kittens-ku makan makanan kittens dong feliners! Mereka suka banget sama wet food, apapun itu. Makannya lahap buanget! Efek poop kucing-kucingku setelah makan Pro Feline biasa-biasa aja. Ga ada perubahan khusus. Kadang poop mereka encer kadang solid. Tapi emang baunya jadi super ga enak sih.
Beda lagi efeknya ke kitten. Dasarnya sih kitten emang harus makan makanan kitten kan? Poop para kittens ini jadi lembek dan berair. Padahal biasanya anak-anak kecil ini kan poopnya masih bagus solid dan gelap warnanya. Padahal juga ya feliners, kittens-ku cuma makan Pro Feline sedikit. Saat para kucing besar makan Pro Feline pasukan kecil-kecil ini lagi makan Minino tuh yang Minino biasa. Pasukan anak bulu yang udah gede sih girang-girang aja makan Pro Feline bahkan sekarang nih yang tadinya jatah 1 kg tuh bisa buat seminggu kan, ini cuma 3 hari loh feliners. Emang beneran doyan makan deh mereka. Ga tau doyan apa laper.

Conclusion
Kesimpulan Pro Feline Tuna & Salmon adalah kucingku suka dan poopnya masih normal. Kadang mencret kadang solid. Tapi beda lagi efek ke kitten nih. Poop mereka mencret dan beair. Feliners harus inget ya, kalau kitten ya dikasih makan kitten. Kayak bayi gitu kan, kalau bayi kan dikasihnya makanan bayi gitu. Kayak bubur, biskuit bayi dan lainnya. Begitu juga dengan kitten. Karena kandungan makanan kitten udah sesuai buat kitten.
RATINGS : 3 stars
REPURCHASE : Maybe (kalau kepepet dan cuma ada Pro Feline di pet shop)

WHERE TO BUY : Pro Feline sudah bisa feliners beli di berbagai pet shop dengan harga yang sangat beragam.
Eh eh eh, walaupun kucingku cocok belum tentu loh feliners kucing kalian jadi cocok juga. Karena aku baca dari beberapa post teman-teman di group kucing tentang Pro Feline ini, mayoritas kucing mereka ga suka dan malah mencret parah. Seewhat I told you? Tiap kucing itu unik dan berbeda. Saranku ya dicoba dulu aja. Review ini dijadikan refrensi gitu. Tapi eh tapi, kalau beberapa blog review kucing, hasil reviewnya kebanyakan sama, you should concern about it feliners. Sekian review Pro Feline dari The Cat Sound. Nantikan review lainnya ya! Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Bye feliners!


**Disclaimer: review di atas merupakan review dari pandangan, perspektif serta pengalaman pribadi dari penulis. Jika ingin menyalin atau mengutip harap link ke www.thecatssound.blogspot.co.id.

Review Vitamin Kucing: Ketwool Drops Vitamin Pertumbuhan Bulu Kucing

Hi, hey, you feliners. Apa kabar? Semoga kabar baik buat para feliners dan si kucing. Post ini adalah post perdana kategori baru di The Cat Sound yaitu Review Susu, Vitamin & Obat Kucing. Udah lama nyiapin post buat kategori ini tapi baru sempat aku launch sekarang. Well, post perdana kali ini The Cat Sound akan mereview vitamin kucing, tepatnya vitamin pertumbuhan bulu kucing. Feliners pasti kepingin dong bulu kucing bersih, panjang, lebat dan ga rontok? Terutama pemilik kucing long hair nih. Bulu rontok adalah mimpi buruk buat kucing dan juga pemilik.
Beberapa bulan lalu, tepatnya sekitar bulan Februari sampai April 2016 kucing-kucingku kayaknya lagi happening banget yang namanya rontok bulu dan berjatuhan dimana-mana. Udah disapu, eh masih ada melulu. Terus aku sengaja cari vitamin pertumbuhan bulu kucing supaya bulu rambut kucing-kucingku seenggaknya berkurang gitu rontoknya. Ketemulah sama Ketwool Drops ini nih di pet shop. Yuk simak review Ketwool di bawah!

Packaging & Price
Kemasan Ketwool ini seperti kemasan tetes mata pada manusia. Aku beli Ketwool Drops di Galaxy Pet Shop di daerah Banyumanik Semarang (pusatnya di Java Mall Semarang) dengan harga IDR 17,000. Harga Ketwool Drops di Semarang termasuk yang paling murah, mungkin karena pabriknya juga di Semarang ya? Di beberapa lapak online yang ada di daerah lain Ketwool Drops bisa dijual sampai IDR 30,000!

Texture & Ingredients
Cairan yang ada di dalam kemasan Ketwool Drops berwarna putih bening, cenderung transparan. Ga lengket dan tanpa butiran-butiran bikin kucingku lebih gampang menelan. Vitamin bulu ini di buat di Semarang oleh Eka Farma. Kesan pertama sama vitamin bulu ini agak skeptic karena kemasannya agak super biasa dan label kemasannya cuma kertas disolasi (maaf). 
Setelah aku akses websitenya, website asli dengan ekafarma.com susah diakses. Malahan website ekafarma.wordpress.com-nya tersedia informasi yang lumayan lengkap. Sekarang ini Eka Farma udah pindah dari yang tadinya berlokasi di Imam Bonjol. Lokasi lama Eka Farma ini sekarang ditempati Sate House. Aku kurang tau dimana lokasi Eka Farma sekarang. Mungkin adakah feliners yang tau lokasi Eka Farma saat ini? Let me know! Berikut ingredients Ketwool Drops yang aku kutip dari wordpress Eka Farma :

KETWOOL (Deptan RI No. DPS 0260 FTC)
Komposisi / Tiap botol mengandung :
–       Lysin                    5 mg
–       Panthotenat        12 mg
–       Vitamin B2          9 mg
–       Nicotinamid        6 mg
–       Vitamin b1         3 mg
Indikasi :
Mempercepat pertumuhan bulu, mencegah bulu rontok, membuat bulu mengkilat, lembut dan panjang.
Aturan pakai : Sehari diberi 2-3 tetes.
Kemasan 15 ml/btl Harga Rp. 11.500
Kemasan 60  caps/btl Harga Rp. 60.000


Bahkan dari sononya, Ketwool emang dijual sangat terjangkau dan ga lebih dari IDR 12.000! Aku sih belinya IDR 14.000, selisih 2 ribu it’s okay lah daripada selisihnya sampai 100% gitu kan. Indikasi Ketwool antara lain mempercepat pertumbuhan bulu, mencegah bulu rontok, membuat bulu mengkilat, lembut dan panjang. Ga ada indikasi mengobati bulu rontok sih. Tapi mempercepat pertumbuhan bulu juga oke karena hampir memenuhi kebutuhan kucing-kucingku. Vitamin bulu Ketwool ini udah terdaftar di Dinas Pertanian dan Kehewanan RI ya feliners, so you got nothing to worry about!

Menurut sumber dari Amazine, fungsi L-lysine atau dalam bahasa Indonesia Lisin salah satunya untuk proses penyerapan kalsium di saluran pencernaan. Asam amino ini memfasilitasi produksi enzim, hormon, antibodi, serta membantu pembentukan protein otot. Lisin membantu dalam sintesis kolagen, komponen penting dari tulang dan jaringan ikat. Selain itu, L-lisin turut merangsang produksi kreatinin yang bertanggung jawab untuk mengubah asam lemak menjadi energi. Menurut sumber dari Darrylkosambipet, panthotenat atau asam pantotenat atau juga sering disebut vitamin B3 untuk memelihara jaringan kulit. Sama dengan Pantotenat, menurut sumber dari Mrasyiduddin. Nicotinamid juga adalah vitamin B3 yang fungsinya untuk menyerang virus ditubuh dan bagus untuk kesehatan kulit dan pencernaan. Bahan-bahan diatas rata-rata berfungsi untuk maintain pencernaan, tulang dan kulit.
Well, ada untungnya juga kepoin bahan-bahan Ketwool jadi aku bisa tau kandungan-kandungan dan fungsi kandungan tersebut. Kandungan diatas udah umum ada di vitamin manusia dan hewan. Bahkan kucing juga bisa mengkonsumsi vitamin B12 (vitamin ipi) loh. Ingat ya feliners, penggunaan vitamin yang over juga ga baik buat kucing.

Cat Point of View
Efek Ketwool lumayan lama terlihat di kucing-kucingku. Udah 2 minggu pakai Ketwool, aku juga belum bisa melihat perubahan signifikan pada kucing-kucingku. Udah abis sekitar 5-6 botol. Boros gitu soalnya di rumahku ga cuma ditinggali oleh satu kucing. Yang paling parah rontok adalah si Lela & Cleo. Lela mulai pitak dan rontok di bagian ekor, begitu juga dengan Cleo. Daerah pitak di badan mereka juga belum ditumbuhi bulu-bulu baru, masih sama seperti sebelumnya. Setelah habis beberapa botol pun aku masih belum bisa melihat perubahan bulu Lela & Cleo. Mungkin efeknya lama kali ya? Karena penasaran tetep dong aku pakai Ketwool sampai at least aku lihat ada perubahan walaupun cuma sedikit. 
And, finally, perubahan yang aku harapkan terjadi juga feliners. Bukan perubahan besar sih, tapi ini udah bisa dilihat. Sebelum pakai Ketwool tiap pegang Lela selalu ada bulu yang ikutan nempel ditelapak tangan. Dan, bulu yang nempel ditelapak tanganku mulai mengurang. Yey! Kalau Cleo sih belum ada perubahan yang berarti karena yang paling parah si Cleo. Mungkin aku akan konsultasi ke vet nih feliners tentang kondisi Cleo. Aku ga kasih Ketwool ke kittens karena para kittens juga menurutku belum perlu-perlu banget dikasih vitamin bulu Ketwool. Lagipula di wordpress Eka Farma ga ada imbauan atau keterangan apakah vitamin bulu Ketwool ini bisa dikonsumsi kittens atau hanya bisa dikonsumsi oleh kucing dewasa aja.

Conclusion
After all, menurutku vitamin bulu Ketwool ini bisa dicoba feliners ke kucing feliners. Masih layak buat dicoba lah dan bisa buat simpenan vitamin sehari-hari kucing. Tapi, yang namanya vitamin kan enggak langsung ngefek instan ke kucing kan? Makanya kalau pakai vitamin apa aja, entah itu vitamin bulu, vitamin penambah nafsu makan dll sifatnya sih buat mengurangi. Mengobati mungkin bisa, tapi ga seoptimal kalau kita pakai obat. Ada juga kok feliners obat khusus pertumbuhan bulu atau perawatan bulu buat kucing yang kasusnya udah parah. Aku putuskan buat berhenti pakai Ketwool karena aku sendiri ngerasa skeptical sama produk ini (aku not intentionally memandang produk ini buruk). Buat pengalaman aja feliners. Sekian review vitamin bulu Ketwool dari The Cat Sound. Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners. Sampai ketemu di review berikutnya. Ciao! Thank you for reading The Cat Sound!

Jan 6, 2017

Review Makanan Kucing: Blackwood Adult Chicken Meal & Brown Rice Dry Food

Dear feliners. Apa kabar feliners? Semoga feliners dan rombongan anak-anak bulu selalu senantiasa sehat sentosa. Masih dalam suasana tahun baru nih feliners. Have you done with your 2017's resolution yet? Review makanan kucing dari The Cat Sound kali ini akan membahas pakan kucing merk Blackwood. Yes, hutan hitam shay! Banyak banget cat lovers maupun juga cat parent di forum maupun diskusi mengenai makanan kucing merekomendasikan Blackwood. Karena penasaran, akhirnya memutuskan buat beli Blackwood*. Blackwood yang akan aku review yaitu varian Adult Cat Food. Yuk simak review Blackwood Adult!

Packaging & Price
Blackwood aku beli kemasan freshpack karena pingin tau informasi tentang Blackwood lebih jauh lagi. Aku beli satu bungkus Blackwood Adult isi 1.82 kg seharga IDR 155.000 di Griya Satwa Lestari. Berikut penampakan freshpack Blackwood Adult yang aku beli (Lela nampang jagain Blackwood dengan muka super super jutek galak nan manja nih feliners) :

Flavor
Varian yang aku pilih adalah Blackwood Adult Chicken Meal & Brown Rice. Awalnya bingung karena varian Blackwood untuk kucing adult ini lumayan banyak yang ada di Griya Satwa Lestari antara lain ada Blackwood Indoor Cat, Blackwood Kitten dan Blackwood Outdoor Cat. Karena kurangnya informasi dan pengetahuan awal tentang makanan ini, jadilah beli Blackwood Adult Chicken Meal & Brown Rice.

Texture & Ingredients
Tekstur Blackwood ini renyah, rapuh dan empuk buat dry food. Bentuk kibble-nya bunga bintang dengan lubang di tengah. Warna kibble-nya krem terang dan agak berdebu. Kurang tau kenapa teksturnya berdebu, mungkin karena ada di kemasan terlalu lama atau emang dari sononya berdebu. Berikut penampakan kibble Blackwood Adult (maaf foto kibble-nya ga terlalu jelas) :
Aroma makanan Blackwood agak subtle, aromanya mirip cereal ala ala bubur gandum kemasan. Aroma ikan dan sebagainya kurang tercium mungkin karena rasa Blackwood yang aku pilih adalah rasa Chicken Meal & Brown Rice. Baru pertama kenal dan bakalan membiasakan diri. Menurut review Blackwood Kitten dan Blackwood Adult yang ditulis oleh Radio Kucing, mba Juwies bilang buat orang yang tau gimana kualitas kucing pasti langsung tau kalau Blackwood ini punya kualitas yang oke. Tapi ya aku ga suka aja sama aromanya. Mungkin karena mungkin baru awal banget kan kenalan sama Blackwood ini terutama lagi kenalan sama pakan kucing grade grain-free. Apa iya pakan kucing grain-free aromanya begini semua kali ya? Well, ini artinya aku harus cari pakan grain-free lainnya nih feliners *menyiapkanpemakamandompet*.
Di kemasan Blackwood juga tertulis Slow Cooked PetNutrition. Informasi yang ada di website Blackwood juga menjelaskan Slow Cooked ini artinya makanan kucing merk Blackwood dimasak dengan perlahan jadi kandungan gizi dan nutrisi yang ada dalam bahan-bahan awalnya ga berkurang atau rusak. Berikut keterangan ingredients dan keterangan lain yang tertera di kemasan Blackwood Adult :
Ingredients yang ada di Blackwood ini banyak banget. Keliatan banget ya feliners emang Blackwood ga pakai grain di bahan pakannya. But, aku masih bingung kenapa ada bahan Brown Rice. Jadi nasi ga termasuk grain ya? Jadi emang aku anaknya kepo banget feliners. Ya aku cari apa aja yang termasuk dalam jajaran si GRAIN ini dan kenapa pakan kucing yang grain-free harga mahal (katanya lebih bagus ketimbang yang mengandung sebangsa grain). 
Karena penasaran banget kan kenapa bisa disebut grain-free cat food, aku sedikit cari informasi tentang grain dan juga grain-free cat food. “Grains are small, hard, dry seeds, with or without attached hulls or fruit layers, harvested for human or animal consumption,” dari sumber Wikipedia. Sedangkan menurut Hills Pet grain-free cat food adalah grain free cat food is just what its name describes–a cat food made free of grains. Common grains found in cat food include wheat, corn gluten meal, and rice. Terus kan bahan-bahan yang ada di Blackwood ini masih mengandung grain antara lain, rice, millet, sorghum dan yeast. Jadi beneran ya feliners Blackwood ini adalah pakan grain-free karena grain-free yang sering ditemukan pada pakan kucing meliputi wheat, corn dan rice.
See? There is an advantage of being kepo! Jadi bahan yang ada di Blackwood seperti Brown Rice, Ground Grain Sorghum (sejenis jagung), Millet ini ga termasuk dalam kelompok grain. Ada tiga poin yang tertera di kemasan Blackwood, yaitu 30% Protein, 17% Fat dan 3% Fiber. Jadi pemahamanku protein yang ada di pakan Blackwood ini dari protein ayam. Well, karena rasa pakannya Chicken Meal kan? Dan juga ada gambar ikan di kolom protein. Blackwood juga mengandung Omega 6 dan Omega 3 yang baik untuk kesehatan kulit dan bulu. Poin terakhir adalah serat untuk menunjang kesehatan pencernaan. And, yang paling penting dari makanan kucing adalah kita tau siapa produsen atau distributor yang mengimport makanan tersebut. Kalau pakan holistic begini pastinya sih asal usul jelas. Blackwood adalah salah satu merk pakan hewan peliharaan asal Ohio, USA. Pada kemasan tertulis “Manufactured For” artinya bukan Blackwood sendiri yang memproduksi atau membuat pakan. Tapi ada pihak lain yang memproduksi. Karena ga nemu informasi siapa yang memproduksi pakan Blackwood, jadi ya aku simpulkan pakan Blackwood bermarkas di 38281 Industrial Park Road, Libson, Ohio USA 44432. Informasi di website Blackwood juga SANGAT RAPI dan LENGKAP! Jadi gampang kalau mau cari informasi terkait Blackwood. Feliners bisa langsung visit website Blackwood di www.blackwoodpetfood.com.
Varian Blackwood yang ada di Indonesia, khususnya Semarang masih sangat sedikit. Paling cuma ada varian buat adult & kitten. Di website untuk Cat Recipe ada Everyday Adult Recipe, Everyday Indoor Recipe, Everyday Outdoor Recipe, Senior Cat & Kitten. Bahkan Blackwood punya varian wet cat food juga loh. Sayangnya aku belum nemuin varian-varian tersebut. Akhir-akhir ini udah jalan pet shop exploring nih feliners. Lagi banyak kerjaan dan kegiatan. Next time deh akan explore pet shop jadi bisa tau varian Blackwood apa aja yang dijual di Semarang. Tapi dilapak-lapak online aku nemuin varian Blackwood lain seperti Senior Cat dan wet food-nya.

Cat Point of View
Dari hasil pengamatanku, first impression kucingku sama Blackwood kurang tertarik. Karena aromanya sama sekali ga amis dan menyengat mungkin bikin kucingku cuek dan ga doyan. Karena masih transisi pakan lama ke baru masih aku campur dengan Optima Seafood Mix. Padahal udah dicampur kan sama makanan lama mereka. Tebakanku sih kenapa mereka awalnya kurang minat sama Blackwood karena aromanya asing ga kayak aroma makanan kucing yang amis dan bau ikan. Karena mereka terbiasa sama aroma makanan kucing yang menyengat gitu kan. Optima Seafood Mix yang notabene aromanya super duper khas ikan. Pada ga ngerti ya ini tuh makanan mahal L. Aku biarin mereka datengin foodbowl satu per satu. Mereka ga langsung mau makan Blackwood, jadi aku biarin dulu mereka PDKT sama makanan barunya. After a little while, akhirnya Lela menyerah mulai makan Blackwood karena mungkin ga bisa menahan rasa lafar yang mendalam. Mungkin juga karena ga ada pilihan makanan lain kali ya jadi ya harus makan yang ada. Sejak awal juga Lela yang kayaknya paling antusias sama Blackwood. Setelah Lela memulai, lalu kucing-kucing lainnya juga mulai deketin foodbowl. Makannya sampai kriuk kriuk gitu saking renyahnya si Blackwood. Para kittens juga menyusul makan Blackwood. Blackwood yang aku beli ini kan buat kucing adult tapi para kittens sih ga kesusahan makan Blackwood padahal sih kibblenya lumayan gede loh. Next time, bakalan cobain Blackwood Kitten deh. Tapi, mereka kelihatan ga nafsu makan dan kurang doyan sama Blackwood.
Berdasarkan informasi yang aku dapat dari temen sesama cat lovers, Mba Dena. Kucing Mba Dena ini juga awalnya kurang suka sama Blackwood. Menurut Mbak Dena karena aromanya kurang sedep dan semacem cereal. Hidung Mba Dena sama seperti hidungku ya? Mba Dena terus maksa kucing-kucingnya buat makan Blackwood tapi hasilnya nihil. Mungkin kucing Mba Dena udah jatuh cinta sama makanan dia yang sebelumnya ya. Sebenernya memang kucing itu sifatnya cocok-cocokan. Walaupun kucing serumah cocok makan makanan kucing merk tertentu, belum tentu juga loh kucing lain akan suka. Akhirnya karena frustasi juga kan kucing-kucing Mba Dena tetep ga mau makan, Mba Dena kasih Blackwood buat kucing stray yang sering lalu lalang di rumahnya.
By the way, Blackwood isi 1,82 kg ini ternyata bertahan lumayan lama sih yaitu satu bulan dengan keadaan kucing 5 ekor**. Karena ga tega tiap hari kucingku makin ga doyan makan Blackwood I had to stopped it. Kasian kan kalau mereka ga nafsu makan dan ga doyan makan. Efek buat para kucingku sampai akhir mengkonsumsi Blackwood baik-baik aja. Tapi ya gitu, habisnya lama banget, makannya sedikit dan agak ga nafsu makan. Selama makan Blackwood ini, aku masih sering campur sama Optima sih buat kasih aroma aja. Karena mereka ga doyan, aku jadi sering street feeding ke kucing stray dan kadang sediain Blackwood ini di balkon rumah buat makan para kucing stray. Setelah beberapa lama makan Blackwood dengan campuran Optima, poop kucing-kucingku masih dalam keadaan solid dan warna gelap. Pernah sih sesekali poop mereka terlalu solid (keras) tapi warnanya masih bagus. Bau kotoran si kucing juga masih normal.

Conclusion
Well, lesson learned dari Blackwood ini adalah kucing ga selalu suka dan doyan dengan pakan kucing mahal grade holistic atau grain-free. Selera kucing berbeda ya feliners. Padahal aku berharap banyak dengan Blackwood ini loh. Anyway, Blackwood ini sangat recommended buat feliners yang ada di rumah dan juga pingin mencoba makanan kucing grain-free buat para kucing. Harganya juga masih masuk akal sih. Ya dengan harga segitu udah bisa dapet pakan kucing sekelas grain-free holistic gitu kan udah bagus. Coba dibandingkan sama Royal Canin, Nutri Source dan Pro Plan, Blackwood ini masih terjangkau. Royal Canin freshpack isi 2 kg seharga sekitar 250 ke atas, sedangkan Blackwood cuma 150an dengan isi hampir 2 kg.
RATINGS : 3 stars (walaupun kualitas holistic, kucingku tetap ga suka)
REPURCHASE : Maybe NO

WHERE TO BUY : Blackwood ini termasuk makanan kucing kualitas bagus loh feliners, jadi kayaknya ga semua pet shop menjual Blackwood. Tapi kalau dilapak online tuh, banyak!
Bisa dilihat kan dari review di atas kalau kucing-kucingku kurang suka dan malah ga doyan sama Blackwood. Lama banget habisnya, satu wadah Blackwood bisa sampai sebulan. Akhirnya aku kasih ke kucing stray di daerah rumahku. Adakah feliners yang menggunakan Blackwood untuk para pasukan anak berbulu? Gimana efeknya? Mereka doyankah? Kalau emang doyan dan berefek bagus, teruskan feliners! Review ini dari point of view kucing-kucingku. Sekian review makanan kucing Blackwood Adult Chicken Meal & Brown Rice dari The Cat Sound. Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners semua. Nantikan review makanan kucing merk lain hanya di The Cat Sound! Thank you for reading The Cat Sound.

*Review Blackwood ditulis pada bulan Februari 2016
**Kucing 5 ekor pada bulan Februari 2016, sekarang bulan Januari 2017 ada 8 ekor kucing
**Disclaimer: review di atas merupakan review dari pandangan, perspektif serta pengalaman pribadi dari penulis. Jika ingin menyalin atau mengutip harap link ke www.thecatssound.blogspot.co.id.

Jan 5, 2017

Review Cologne Kucing: Armani Anti Frizz Fresh Cologne

Halo feliners. Selamat tahun baru untuk semuanya! Semoga tahun baru 2017 ini membawa berkah, rejeki dan kebahagiaan untuk feliners semua. Mengawali #twentyseventeen, The Cat Sound akan review cologne. Yep, and this is the very first cat cologne review! Yeeeyy!
Cologne yang akan aku review masih produk si Raid-All nih feliners. Kalau Perfect Companion adalah rajanya pet food, kalau Raid-All ini rajanya produk grooming hewan peliharaan. Varian yang akan aku review adalah Armani Cologne. Before we jump into it, pasti feliners mikir, cologne? Emang perlu ya? Buat apa? Nambah-nambahin biaya aja. My answer is : PERLU. Biar kucing kita senantiasa wangi yang juga bikin nyaman kita dan si kucing. Feliners pasti ogah kan melukin kucing yang baunya apek? Disini ini cologne berperan buat menyamarkan bau kucing jadi wangi. Yuk simak review cologne Armani di bawah.



Packaging & Price
Kemasan cologne merk Armani ini botol panjang ramping transparent dengan semprotan kayak cologne untuk manusia. Dikemasan ga tertera berapa netto cologne ini. Aku beli cologne Armani harga IDR 40,000 di Griya Satwa Lestari. Harga cologne Armani lumayan pricey sih, menurutku lebih mahal karena kemasannya juga lebih gede dari kemasan cologne kucing pada umumnya. 

Texture,  Ingredients & Scent
Cologne Armani teksturnya cair seperti air. I mean, ya iyalah cair namanya juga cologne. Dikemasan tertera bahwa cologne ini water base alias terbuat dari bahan dasar air yang aman buat disemprotkan ke kucing. Cologne ini bisa buat semua hewan peliharaan dan ga cuma kucing loh. Bisa juga buat hewan peliharaan lain seperti anjing, kelinci, marmut, hamster, sugar glider, tupai dan hewan berbulu lain. Armani juga punya varian shampoo (review Armani shampoo akan segera terbit feliners!). Feliners bisa visit ke website Raid-All buat ngintipin penampakan Armani shampoo. Ini penampakan isi website Raid-All yang udah aku crop jadi dua gambar. 

Aroma varian Floral Blue sangat maskulin dan menyengat. Aromanya mirip cologne cowok yang aroma alchoholnya kecium. Berbeda dengan aroma varian Sweet Strawberry yang lebih ramah buat hidung. Aromanya manis, girly banget lah wanginya. Cocok kan buat para kucing betina? Masih ada varian lainnya seperti Sweety Peach dan Fresh Melon. Next time pingin banget cobain varian aroma lainnya.

Cat Point of View
Kucingku selalu merasa ga nyaman tiap kali aku semprot cologne ini. Bahkan mereka langsung lari ketakutan tiap kali aku pegang botol cologne Armani dan aku semprot ke badan kucing. Aku simpulkan kalau cologne ini ketika disemprot jadi dingin dan mungkin kucingku ga nyaman karena dinginnya itu. Dan lagi cologne ini lama kering. Jadi aku hanya menyemprotkan cologne Armani setelah para kucing selesai mandi dan hanya disemprot sedikit-sedikit aja. Biar wanginya lebih maksimal, bisa disemprot ke hewan peliharaan sehari sekali. Tapi kalau aku, cologne Armani ini aku gunakan buat menyemprot karpet di cat living area setelah aku cuci. Dan kadang juga aku semprot ke litter box setelah aku cuci.

Conclusion
Menurutku, pengaplikasian cologne ini ga harus setiap hari. Takutnya kucing jadi iritasi karena tiap hari disemprot cologne. Kita kan ga tau apakah kulit kucing rentan atau sensitive terhadap bahan kimi atau tidak. Sebaiknya penggunaan cologne ini jarang-jarang aja, contohnya seperti setiap habis mandi atau ketika mau diajak berpergian supaya orang disekitar kita jadi nyaman. Jangan menyemprotkan cologne di mata atau mulut karena kucing mata kucing bisa infeksi dan bisa juga keracunan. Sekian review Armani cologne dari The Cat Sound. Semoga review ini berguna dan bisa dijadikan refrensi buat feliners. Thank you for reading The Cat Sound!