Dear feliners. Halo feliners dan para anak bulu! Apa
kabar? Baik-baik aja kan? Semoga yang sakit segera diberi kesehatan, yang sehat
dikasih sehat tambah banyak oleh Tuhan ya. Kali ini The Cat Sound akan mereview
obat tetes kutu merk Detick. Pernah dengar? Merk Detick ini belum banyak yang
tau karena belum banyak dijual dan kemasannya pun pakai bahasa Thailand yang
mana orang-orang ga bisa baca. Beberapa teman cat lovers juga ada yang
mendiskusikan ini di forum. Simak review Detick yuk feliners!
Packaging
& Price
Ga seperti Revolution atau Frontline, Detick punya kemasan
tabung kecil. Kalau Revolution atau Frontline udah ada aturan berat badan dan kemasannya plastik. Wadahnya seperti wadah vaksin buat manusia gitu. Satu wadah
Detick 10-20 kg (kurang tau berapa isinya) aku beli harga IDR 35,000 sedangkan
Detick 0-10 kg harga IDR 25,000 di Pet Paradise Semarang. Detick ini cuma seukuran telapak tangan.
Texture
& Ingredients
Seperti yang aku bilang kemasan Detick tabung kecil
seperti wadah vaksin. Perbedaan Detick 0-10 kg dan 10-20 kg adalah 0-10 untuk tiap
10 kg berat kucing sedangkan 10-20 kg untuk tiap 20 kg berat kucing. Aku udah
pernah pakai yang 0-10 kg, tapi karena isinya lebih sedikit lebih enak dan
hemat pakai yang 10-20 kg. Begini nih feliners cara pakai Detick :
(berat
badan kucing) ¸ 10 kg [untuk 0-10 kg]
(berat
badan kucing) ¸ 20 kg [untuk 10-20 kg]
Jadi kalau feliners pakai yang 0-10 kg nih, semisal
berat badan kucing 4 kg = 4 ¸
10 = 0.4. Dan kalau feliners pakai yang 10-20
kg, semisal berat badan kucing 4 kg = 4 ¸
20 = 0.2.
Aturannya hampir sama seperti aturan pakai obat
cacing Drontal Cat ya feliners. Kalau Drontal kan per 4 kg berat kucing. Waktu aku
bawa kucing-kucing ke Klinik Pow Pow Semarang
buat tetes Detick, mba Chevi langsung tau merk ini. Kata beliau dulu pernah tau
saat sekolah kedokteran. Aku bawa ke klinik karena ga tau berat badan mereka.
Susah juga diukur pakai timbangan manusia, mendingan diukur pakai timbangan
hewan tuh biar akurat. Karena ini kan obat ya feliners, jadi ga bisa sembarangan
juga cara pakainya.
Cat
Point of View
By the way aku udah pakai Detick sejak pertama kali
bulan Mei 2016. Efek buat
kucingku bagus. Kutu dan earmites mereka setelah aku tetesi Detick berkurang
signifikan. Telinga yang tadinya banyak kotoran item-item nempel*, setelah tetes
Detick keliatan banget berkurangnya. By the way, baru-baru ini** aku adopsi
kucing baru yang aku kasih nama Nora. Jadi Nora ini adalah salah satu kitten
dari kucing milik teman yang dicurigai merupakan anak Thomas. Haha, panjang
gitu deh ceritanya. Aku kurang yakin kalau kitten itu anak Thomas soalnya
Thomas udah hampir 3-4 bulan lebih udah ga ‘kawin’ di tempat teman. Well,
terlepas itu anak Thomas atau enggak aku bener-bener ga bisa nolak kalau ada
teman beneran minta tolong buat adopsi kucing. Rasanya kasian, kalau bukan kita
yang adopsi siapa yang mau?
Nora datang ke rumah dalam keadaan sehat tapi aku perhatikan
dia sering banget garukin telinga dan badan, terutama di tengkuk. Bener kan,
waktu aku ambil Nora dan aku pangku kutu-kutu bebas berkeliaran di badan Nora.
Agak ngeri sebenernya, kok bisa dia kena kutu sebanyak itu? Aku perkirakan dia
kena kutu dari emak atau saudara atau lingkungan rumahnya yang dulu. Aku
langsung sarankan ke teman buat tetes kutu ke semua kucing karena Nora kutuan. Aku kasih Nora Detick dengan dosis yang normal, ga dilebih-lebihkan cuma karena
kutu Nora banyak ya. Tiga-empat hari setelah tetes, kutu Nora mulai hilang dan
telinga lebih bersih dari sebelumnya.
Efeknya sama ke kucing-kucing lain. Karena kutu cepet
banget nularin ke penghuni lainnya. Kutu bisa terbang, bisa lompat, bisa dengan
mudahnya berpindah ke kucing lain. Kalau earmites mereka mulai parah sih aku
tetesi pakai tetes telinga anti earmites seperti Allium Drop, Vet-otic atau Intrabat Otopain. Review Allium Drop,Vet-otic dan Intrabat Otopain dalam perjalanan terbit di The Cat Sound ya feliners. Kalau udah keterlaluan parah artinya time to see the vet! Aku rutin tetes Detick atau
tetes kutu lainnya tiap 1 bulan sekali. Harus rutin ya feliners karena kutu
masih bisa kembali dan mengulangi life
cycle dia di kucing. Bahkan kucing yang tinggal dilingkungan indoor juga
bisa aja terkena kutu. Yang harus diperhatikan selain tetesin obat anti kutu adalah
kebersihan tempat tinggal. Setelah ditetesi Detick atau obat ektoparasit lainnya, kucing yang pakai kalung sebaiknya dicopot dulu biar penyerapan obatnya lebih cepat. Karena obat seperti ini kan mengobati kulit dan ke darah kucing, jadi ngerokin kutunya lewat situ. Dan kalau bisa juga pisahkan kucing dulu ya feliners. Makanya kalau aku tetesin obat kutu bertahap dari satu sampai dua kucing. Jadi kucing yang udah aku tetesin obat kutu bisa aku kandangin dulu. Kalau jadi satu semua aku nya ga punya kandang banyak. Tapi terserah feliners juga, kalau mau bersamaan juga gapapa.
Conclusion
Kesimpulan yang bisa aku tarik dari review Detick
adalah Detick lumayan manjur mengobati kutu dan earmites pada kucing-kucingku.
Tapi Detick maupun merk tetes kutu lainnya harus digunakan secara teratur dan
berkala supaya kutu ga kembali berkembang biak pada kucing. Detick ini bertahan
tick-free dan earmite-free selama kurang lebih 1-2 bulan. Jadi tetep harus
diulangi secara teratur ya feliners. Feliners biasanya pakai merk tetes kutu
apa? Revolution dan Frontline ini sangat populer dan sering digunakan oleh cat
lovers untuk mengatasi kutu kucing. Sekian ya feliners review Detick dari The
Cat Sound. Nantikan review obat-obatan kucing lainnya hanya di The Cat Sound.
See you when I see you feliners. Thank you for reading The Cat Sound!
*item-item nempel : earmites
**Nora
aku adopsi awal bulan Oktober 2016


